Liga Arab mengecam pemerintah Suriah

Sumber gambar, AP
Liga Arab mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam keras pembunuhan dan pembantaian massal yang dilakukan oleh pemerintah Suriah.
Kecaman itu disampaikan pada akhir pertemuan puncak yang berlangsung di Kuwait, Rabu 26 Maret.
Mereka juga menyerukan penyelesaian politik atas konflik selama tiga tahun yang sudah berkembang menjadi perang saudara, yang menurut PBB sudah menewaskan lebih dari 100.000 jiwa.
Krisis Suriah mendominasi pembicaraan dalam pertemuan tersebut dan perbedaan politik di kalangan negara anggotanya dalam masalah Suriah tidak bisa diselesaikan.
Namun para pemimpin Liga Arab bersatu dalam mendukung penolakan <link type="page"><caption> Palestina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/palestine/" platform="highweb"/></link> untuk tidak mengakui <link type="page"><caption> Israel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/israel/" platform="highweb"/></link> sebagai negara Yahudi, yang bisa mengancam upaya perundingan damai Israel- Palestina yang ditengahi Amerika Serikat.
Sementara itu dalam masalah lainnya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mengungkapkan keberatan atas apa yang mereka sebut sebagai Qatar atas ekstremisme di kawasan.
<link type="page"><caption> Ketiga negara itu -yang sempat menarik duta besarnya dari Qatar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140305_arab_diplomasi.shtml" platform="highweb"/></link> awal Maret lalu- menyebut negara itu gagal menerapkan kesepakatan keamanan yang ditandatangani untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.
Qatar mendanai stasiun TV Al-Jazeera, yang peliputannya di dunia Arab sudah lama dipandang dengan penuh kecurigaan oleh Arab Saudi.









