Gencatan senjata tak diperpanjang Taliban

Tehreek-e-Taliban Pakistan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tehreek-e-Taliban Pakistan menegaskan tetap berkomitmen pada perundingan damai.

Taliban Pakistan menolak memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan bulan lalu untuk memfasilitasi perundingan damai dengan pemerintah Pakistan.

Bagaimanapun kelompok tersebut, melalui pernyataannya Rabu 16 April, menegaskan tetap berkomitmen pada perundingan damai.

Keputusan untuk tidak memperpanjang gencatan senjata ini disampaikan tiga hari setelah Menteri Dalam Negeri <link type="page"><caption> Pakistan,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/></link> Chaudhry Nisar Ali Khan, mengatakan proses perundingan memasuki yang disebutnya 'babak menyeluruh'.

Perundingan dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) -yang awalnya melalui pihak penengah- dimulai pada bulan Februari sebagai upaya untuk mengakhiri perlawanan kelompok tersebut yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Sejak perundingan dimulai, <link type="page"><caption> kedua pihak sudah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140326_pakistan_taliban.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> bertemu secara langsung satu kali.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140326_pakistan_taliban.shtml" platform="highweb"/></link>

TTP melalukan perlawanan di Pakistan sejak tahun 2007 dengan korban jiwa diperkirakan mencapai 6.000 lebih.

Perundingan dengan Taliban merupakan salah satu janji penting dalam kampanye Nawaz Sharif sebelum dia terpilih menjadi perdana menteri tahun lalu.

Namun beberapa pengamat mengungkapkan keraguan atas keberhasilan perundingan karena tuntutan Taliban Pakistan untuk menerapkan Syariah Islam di Pakistan dan penarikan mundur pasukan pemerintah dari kawasan kesukuan.