Tandingi Korut, Korsel kembangkan pesawat tanpa awak

Sumber gambar, Getty
Korea Selatan dan Israel akan meluncurkan proyek gabungan untuk mengembangkan pesawat udara nirawak (drone) tahun ini.
Pengumuman itu mengemuka hanya beberapa jam setelah Seoul menyatakan tiga pesawat nirawak dekat perbatasan Korea Selatan-Korea Utara dikirim Pyongyang untuk memata-matai.
"Korea Selatan dan Israel sejak lama bekerja sama dalam proyek-proyek riset dan pengembangan gabungan. Tahun ini, kedua negara berencana meluncurkan proyek gabungan untuk pesawat udara nirawak, yang merupakan kepentingan besar bagi kedua pihak," kata Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel, Yoon Sang-jick.
Kerja sama riset antara Israel dan Korsel telah berlangsung sejak 1999 dengan nilai investasi US$34 juta. Tahun ini, masing-masing negara akan menanamkan modal sebesar US$2 juta untuk mengembangkan pesawat nirawak baru serta sistem keamanan daring (online).
Sejumlah petinggi militer Korsel mengatakan mereka berencana membeli sebanyak 10 radar dari Israel yang mampu mendeteksi pesawat nirawak kecil yang terbang rendah.
Korea Utara
Pengumuman peluncuran proyek gabungan Korsel-Israel mengemuka hanya berselang beberapa jam setelah militer Korsel menyatakan tiga pesawat nirawak yang ditemukan di dekat perbatasan Korsel-Korut dikirim Pyongyang.
Bangkai ketiga pesawat nirawak ditemukan di lokasi terpisah. Pesawat pertama ditemukan pada 24 Maret di Paju, sebelah selatan zona demiliterisasi yang memisahkan Korsel dan Korut.
Pesawat kedua teronggok di Pulau Baengnyeong saat Korut menggelar uji tembak dekat perbatasan maritim bagian barat pada 31 Maret.
Pesawat terakhir ditemukan oleh seseorang yang sedang mencari tanaman obat di Kota Sokcho pada awal Oktober 2013.
Meski ketiga pesawat ditemukan di lokasi berbeda, semuanya bercat biru. Di bagian dalam terdapat rangkaian baterai yang tertera aksara Korea dengan dialek Korut.
Berdasarkan foto-foto yang diabadikan kamera buatan Jepang yang terpasang di dalam salah satu pesawat, pesawat-pesawat itu ditengarai dapat menempuh jarak 200 kilometer dengan kecepatan 100 km/jam hingga 120 km/jam dan ketinggian 1-2 km.









