Cuaca 'kendala terbesar' pencarian MH370

Sumber gambar, AP
Faktor cuaca diperkirakan menjadi hambatan terbesar untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 8 Maret lalu.
Upaya pencarian melalui udara di perairan di Samudra Hindia bagian selatan, tempat yang diyakini sebagai lokasi jatuhnya pesawat, <link type="page"><caption> dihentikan pada hari Kamis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140327_cari_henti_cuaca.shtml" platform="highweb"/></link> (27/03) karena cuaca buruk.
Wartawan BBC di Perth, Australia, Jonathan Head, mengatakan belahan Bumi selatan segera memasuki musim dingin dan faktor ini akan membuat upaya pencarian menjadi makin sulit.
Head mengatakan meski sudah ada foto-foto satelit, <link type="page"><caption> termasuk foto 200 objek</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140327_mh370_satelit_thailand.shtml" platform="highweb"/></link> yang diambil satelit Thailand yang diperkirakan adalah serpihan atau puing-puing MH370, tim pencari masih menghadapi kesulitan.
"Gelombang yang tinggi, arus yang sangat kuat, dan jauhnya dari darat menjadi tantantan tersendiri bagi tim pencari," kata Head.
Pusat pencarian berada di kawasan perairan terpencil ratusan kilometer di barat daya Perth, yang membuat operasi ini menjadi salah satu upaya pencarian paling sulit dalam sejarah penerbangan modern.
MH370 yang mengangkut 239 penumpang dan awak hilang dari radar satu jam setelah tinggal landas dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sudah memastikan bahwa penerbangan <link type="page"><caption> MH370 berakhir di Samudra Hindia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/malaysia_malaysia_airlines.shtml" platform="highweb"/></link> bagian selatan dan tidak ada penumpang atau awak yang selamat.









