Misteri MH370 masuki pekan kedua

Operasi pencarian internasional untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines penerbangan 370 yang membawa 239 penumpang memasuki minggu kedua.
Pesawat itu kemungkinan terbang selama lima jam setelah hilang, demikian informasi terbaru yang didapat BBC.
Pesawat diyakini mengirim sinyal otomatis ke sistem satelit lama setelah kontak radar hilang.
Pada hari Jumat, <link type="page"><caption> tim pengintai AS dikirim ke Samudra Hindia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140314_malaysia_pesawat_amerika.shtml" platform="highweb"/></link>, yang terletak jauh ke barat dibandingkan upaya pencarian sebelumnya.
Angkatan Laut India juga diminta mencari ke sebuah wilayah di Teluk Bengal di lepas pantai Chennai, India.
Penerbangan MH370 <link type="page"><caption> hilang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140311_malaysia_pesawat_cina.shtml" platform="highweb"/></link> pada hari Sabtu pekan lalu.
Pesawat yang seharusnya terbang ke Beijing dari Kuala Lumpur itu <link type="page"><caption> terakhir melakukan kontak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140312_malaysia_pilot.shtml" platform="highweb"/></link> dengan menara pengawas di atas Laut Cina Selatan di timur Malaysia.
Namun BBC mengetahui bahwa sistem satelit yang dioperasikan oleh perusahaan telekomunikasi Inmarsat di London menerima sinyal otomatis dari MH370 paling tidak lima jam setelah pesawat dilaporkan hilang.

Sumber gambar, Reuters
Koresponden sains BBC Jonathan Amos mengatakan sinyal itu hanya bisa dikirim jika pesawat dalam kondisi utuh dan bertenaga penuh, dan dapat menjelaskan kenapa tim pencari bergerak ke Samudra Hindia.
Sebelumnya, media AS mengutip seorang pejabat anonim yang mengatakan Boeing 777 itu mengirim sinyal atau "pinging" satelit berjam-jam setelah kontak terakhir dengan menara pengawas.
Petunjuk itu membawa regu pencari untuk meyakini bahwa pesawat terbang 1.600 km di luar penampakannya di radar.
Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengkonfirmasi bahwa tim AS mengalihkan fokus mereka ke Samudra Hindia berdasarkan "informasi baru" itu tapi tidak memberikan rincian lain.
Malaysia belum mengomentari klaim tersebut.









