Pemakaman remaja simbol perlawanan di Turki

Sumber gambar, AP
Puluhan ribu pelayat berkumpul untuk menghadiri pemakaman seorang remaja yang menjadi simbol bagi demonstran antipemerintah.
Berkin Elvan yang berusia 15 tahun meninggal Selasa (11/02) karena terkena tabung gas air mata saat ia tengah membeli roti di tengah demonstrasi menentang pemerintah Juni tahun lalu.
Massa dalam jumlah besar di Istanbul meneriakkan nama Elvan, sebagian di antaranya menuduh <link type="page"><caption> Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140307_turki_facebook.shtml" platform="highweb"/></link>, sebagai 'pembunuhnya".
Ibu Elvan juga menuduh Erdogan yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Elvan.
Beberapa ribu orang juga berkumpul di ibukota Ankara.
Sejumlah laporan menyebutkan kondisi Elvan yang koma selama 269 hari menarik perhatian warga Turki dan ia menjadi simbol taktik tangan besi polisi untuk menangani demonstrasi besar menentang PM Erdogan.
'Pemerintahan korupsi'
Ribuan pelayat mulai tiba pagi hari Rabu (12/03) di jalan-jalan seputar tempat ibadah Alevi, yang dikenal sebagai Cemevi, di kawasan Okmeydan, Istanbul.
Massa meneriakkan slogan antipemerintah dan nama Elvan dan menuju pusat kota setelah pemakaman.
Gubernur Istanbul Hüseyin Avni Mutlu menyerukan kepada aparat keamanan untuk melakukan tugas "dengan hati-hati" selama pemakaman dan demonstrasi.
Berita tentang kematian Berkin Elvan -korban kedelapan yang terkait demonstrasi antipemerintah- memicu protes di berbagai kota di Turki Selasa (11/03).
Di Ankara, polisi melepaskan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan sekitar 2.000 orang yang meneriakkan, "Pemerintah Erdogan, pemerintahan korupsi, mundur, mundur."
Polisi juga melakukan hal yang sama di kota Mersin dan Adana.









