Jaksa anti-pemerintah Turki 'sadap politisi'

PM Tayyip Erdogan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PM Erdogan menuding tuduhan korupsi direkayasa musuh politiknya.

Sekelompok jaksa anti-pemerintah Turki melakukan penyadapan ilegal terhadap ribuan tokoh terkemuka negeri itu, tulis media pro-pemerintah.

Diantara target penyadapan terdapat nama menteri serta pimpinan dunia bisnis.

Para jaksa ini dituding sebagai loyalis ulama yang kini bermukim di AS, Fethullah Gulen, dan mereka menampik tuduhan penyadapan itu.

Gulen sebelumnya mendapat tudingan sebagai pengatur jalannya negara bayangan di Turki dengan mengontrol para polisi, pengacara dan politisi. Ia juga membantah.

Tuduhan penyadapan ini pertama kali diungkap oleh koran pendukung pemerintah, Yeni Safak dan Star.

Menurut Star 7.000 orang disadap kelompok 'Gulenis' sejak 2011 dengan dalih tindak anti-terorisme.

Salah satu jaksa yang dituduh melakukan penyadapan, Adem Ozcan, membantah.

"Jelas tidak ada pengawasan atau penyadapan terhadap ribuan politisi, penulis, pegiat LSM dan pengusaha sebagaimana dituduhkan koran-koran itu."

Perdana Menteri Tayyip Erdogan telah beberapa kali menuding Gulen berada di balik<link type="page"><caption> tuduhan korupsi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140107_turki_polisi_korupsi.shtml" platform="highweb"/></link> yang dialamatkan pada kalangan dekat pembantunya dalam pemerintahan.

Akibatnya sudah empat <link type="page"><caption> menteri mundur dari kabinet</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131225_turki_menteri_mundur_korupsi.shtml" platform="highweb"/></link> setelah penyelidikan kasus korupsi ini dimulai.