Dugaan rekaman PM Turki dan putranya membahas uang tunai

Sumber gambar, Reuters
Kelompok oposisi Turki mendesak Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mundur setelah dia dan putranya diduga membahas upaya menyembunyikan sejumlah besar uang tunai.
Dugaan tentang rekaman percakapan tersebut dimuat di media sosial namun Erdogan mengecamnya sebagai rekaman palsu.
Dia menggambarkan rekaman ini sebagai sebuah serangan keji dan menegaskan pihak yang bertangggung jawab akan mendapat hukuman.
Dalam rekaman tersebut, Erdogan meminta putranya, Bilal, agar mengambil jutaan euro uang tunai dari rumah.
Partai oposisi utama <link type="page"><caption> Turki,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/turki/" platform="highweb"/></link> Partai Republik Rakyat, mengatakan pemerintah sudah kehilangan legitimasi sementara Partai Aksi Nasional mendesak agar segera digelar penyelidikan.
Rekaman yang tidak bisa dikukuhkan secara independen itu berupa empat percakapan pada pertengahan Desember ketika <link type="page"><caption> tiga putra menteri dan pengusaha teman perdana </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131217_turki_korupsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menteri ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131217_turki_korupsi.shtml" platform="highweb"/></link> dalam penyelidikan korupsi.
Dalam salah satu pembicaraan, terdengar suara yang membahas bagaimana mengurangi yang menjadi 'nol' dengan membaginya kepada beberapa pengusaha.
Sementara suara kedua mengatakan agar sekitar 30 juta euro, atau Rp400 miliar lebih, yang masih ada disembunyikan.
PM Erdogan sedang menghadapi penyelidikan dugaan korupsi yang meluas walau menegaskan penyelidikan itu merupakan konspirasi untuk menentang pemerintahnya.
Penyelidikan atas korupsi ini menyebabkan konflik politik sampai <link type="page"><caption> ratusan aparat dan perwira tinggi polisi diberhentikan. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140107_turki_polisi_korupsi.shtml" platform="highweb"/></link>









