Pemegang paspor curian di MH370 pemuda Iran

Pemegang paspor curian yang melakukan perjalanan dengan pesawat Malaysia Airlines yang hilang adalah pemuda Iran yang diduga tidak memiliki kaitan teroris, kata kepolisian Malaysia.
Mereka mengatakan pemuda berusia 19 tahun bernama Pouria Nour Mohammad Mehrdad kemungkinan akan pindah ke Jerman.
Penyelidikan pesawat yang hilang itu terus berlanjut dan berfokus pada pria kedua yang menggunakan paspor curian.
Para pakar mengatakan adanya <link type="page"><caption> dua orang yang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140311_mas_paspor_iran.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menggunakan paspor curian</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140311_mas_paspor_iran.shtml" platform="highweb"/></link> di pesawat yang hilang itu merupakan pelanggaran dalam keamanan.
Namun pemakaian paspor curian itu dianggap sering terjadi di kawasan Asia sebagai tempat migran ilegal.
Kepala kepolisian Malaysia Jendral Khalid Abu Bakar mengatakan pemuda Iran itu "kemungkinan bukan anggoa kelompok teror".
Ia mengatakan pemerintah Malaysia telah mengontak ibu pemuda itu di Jerman yang tengah menunggu anaknya tiba di Frankfurt.
Sejumlah laporan dari Thailand menyebutkan tiket dua pria yang menggunakan paspor curian dengan perjalanan ke Amsterdam melalui Beijing, dibeli melalui agen perjalanan Thailand dengan perantara orang Iran.
Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang dalam rute Kuala Lumpur-Beijing, hari Sabtu hilang hari Sabtu lalu (08/03).
Pencarian pesawat yang yang mengangkut 239 orang tersebut telah diperluas.









