Malaysia: Paspor palsu tak terkait teroris

mas
Keterangan gambar, Pencarian pesawat diperluas ke Selat Malaka.

Polisi Malaysia mengatakan seorang penumpang Malaysia Airlines yang bepergian dengan paspor palsu adalah pemuda Iran yang diyakini tidak terkait dengan terorisme.

Kepala Polisi Malaysia Tan Sri Khalid Tan Sri Abu Bakar dalam jumpa pers Selasa siang (11/03) mengatakan <link type="page"><caption> pemuda berusia 19 tahun</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140309_paspor_curian_mh370.shtml" platform="highweb"/></link> itu diduga akan bepergian ke Jerman dan mengajukan permohonan suaka serta menetap di sana.

Ia mengatakan orang tua si pemuda yang diidentifikasi sebagai Pouria Nour Mohmammad Mehrdad itu telah berkomunikasi dengan aparat.

Sementara itu, pencarian pesawat kini diperluas ke perairan barat Malaysia.

Dalam pernyataan tertulis, Malaysia Airlines itu mengatakan mempertimbangkan kemungkinan pesawat berusaha kembali ke bandara di Subang, dekat ibukota Kuala Lumpur.

Pesawat dengan nomor penerbangan MH370 tujuan Beijing itu <link type="page"><caption> lenyap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140310_mas_misteri.shtml" platform="highweb"/></link> pada hari Sabtu dini hari tidak lama setelah meninggalkan Kuala Lumpur.

Ada 239 orang dari berbagai kebangsaan, termasuk Indonesia.

Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada media hari Selasa, Malaysia Airlines mengatakan, "Otoritas melihat kemungkinan upaya MH370 kembali ke Subang... Selain mencari di laut, pencarian di daratan antara wilayah-wilayah ini juga dilakukan."