Banding pemerintah atas Anwar Ibrahim dikabulkan

Sumber gambar, AFP
Pengadilan banding Malaysia mengubah keputusan yang sebelumnya menyatakan Anwar Ibrahim tidak bersalah dalam kasus sodomi.
Pemimpin oposisi <link type="page"><caption> Malaysia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/malaysia/" platform="highweb"/></link> itu dua tahun lalu dinyatakan bebas dari dakwaan sodomi oleh pengadilan yang lebih rendah.
Namun dalam keputusannya, Jumat 7 Maret, <link type="page"><caption> pengadilan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140306_anwar_sidang.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> banding -yang mulai bersidang kemarin-</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140306_anwar_sidang.shtml" platform="highweb"/></link> menyatakan Anwar melakukan hubungan anal dengan salah seorang asisten prianya pada tahun 2008.
Hubungan seks anal merupakan kejahatan kriminal di Malaysia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Tim penasehat hukum Anwar Ibrahim sebelumnya berpendapat bahwa bukti-bukti DNA yang digunakan dalam dakwaan sudah terkontaminasi.
Jika keputusan bading ini menjadi vonis yang tetap maka Anwar harus didiskualifikasi dari parlemen.
Namun tim penasehat hukumnya menegaskan akan mengajukan kasasi ke Pengadilan Federal, yang merupakan pengadilan tertinggi di Malaysia.

Sumber gambar, Reuters
Anwar Ibrahim -yang pernah menjabat Wakil Perdana Menteri Malaysia di bawah Perdana Menteri Mahathir Mohamad- pernah dijatuhi hukuman penjara dalam dakwaan sodomi lainnya dan korupsi.
Keputusan banding ini diumumkan menjelang pemilihan sela di negara bagian Selangor pada tanggal 23 Maret sehingga beberapa pihak menduga bisa mempengaruhi penampilan kubu oposisi pimpinan Anwar.
"Semuanya kembali lagi, setelah 15 tahun mereka ingin mengurung saya lagi dan itulah sebabnya mereka terburu-buru," komentar Anwar usai pengadilan, seperti dikutip kantor berita AFP.









