Layanan kesehatan Uganda "untuk semua"

Menteri Kesehatan Uganda mengatakan homoseksual tidak akan didiskriminasi dari layanan kesehatan meski undang-undang anti homoseksual telah diperkenalkan.
Dr Ruhakana Rugunda mengatakan kepada BBC bahwa semua orang, gay atau bukan, harus mendapat akses penuh ke perawatan medis.
Lembaga-lembaga donor memperingatkan undang-undang baru itu akan <link type="page"><caption> berdampak "kehancuran"</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140225_uganda_homoseksual.shtml" platform="highweb"/></link> pada respon negara itu terhadap HIV.
Uganda adalah negara yang konservatif dan banyak orang menentang homoseksualitas.
Tindakan homoseksual <link type="page"><caption> ilegal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131221_uganda_homoseksual.shtml" platform="highweb"/></link> di Uganda, tapi hukum baru itu melarang promosi homoseksualitas dan untuk pertama kalinya, juga meliputi kaum lesbian.
Pemerintah negara-negara Barat mengecam <link type="page"><caption> Presiden Yoweri Museveni</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140224_uganda_museveni.shtml" platform="highweb"/></link> karena menyetujui RUU yang juga menetapkan hukuman seumur hidup untuk seks antar sesama jenis dan pernikahan sesama jenis.

Sumber gambar, Reuters
Rugunda mendesak penganut homoseksual untuk jujur terhadap pekerja kesehatan, terutama saat membahas perawatan untuk HIV.
"Semua orang, apa pun orientasi seksual mereka baik gay atau bukan, berhak mendapat perawatan kesehatan penuh dan berterus terang kepada dokter dan perawat," kata Rugunda kepada BBC.
Ia menambahkan, "Dan pekerja kesehatan akan patuh terhadap etika menjaga kerahasiaan pasien mereka."
Pemerintah Barat telah mengancam menarik bantuan internasional untuk Uganda yang menjadi tumpuan dana negara itu terutama di sektor kesehatan kata wartawan BBC Tulip Mazumdar.









