Ukraina akan bergabung dengan Uni Eropa

Sumber gambar, AP
Setelah <link type="page"><caption> Presiden Viktor Yanukovych dipecat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140222_ukraina_presiden_parlemen.shtml" platform="highweb"/></link>, pemerintah sementara menyatakan prioritas Ukraina adalah bergabung dengan Uni Eropa.
Pejabat sementara Presiden Ukraina, Oleksandr Turchynov, mengatakan negara itu kini memusatkan upaya pada penyatuan dengan Uni Eropa UE).
Turchynov ditunjuk sebagai kepala pemerintahan setelah lengsernya Yanukovych dalam sebuah sidang parlemen hari Sabtu (22/02).
Aksi <link type="page"><caption> protes berkepanjangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140222_ukraina_presiden.shtml" platform="highweb"/></link> yang berbuntut krisis politik terjadi di Ukraina setelah Yanukovych menolak pakta perdagangan dengan UE.
Sementara terhadap Rusia yang mendukung Yanukovych, Turchynov mengatakan pihaknya "siap berdialog".
"Kita harus kembali ke pangkuan keluarga negara Eropa," kata sang presiden baru.
Pernyataan ini sudah didahului oleh pengumuman Menlu Uni Eropa Catherine Ashton yang akan mengunjungi Kiev dalam upaya "mencari solusi lebih kekal untuk mengatasi krisis politik sekaligus menciptakan kestabilan ekonomi" di Ukraina, pada hari ini (24/02).



Sumber gambar, Getty
Sementara Rusia yang memprotes pengalihan kekuasaan di Ukraina menolak kehadiran Ashton, serta menarik pulang duta besarnya ke Moskow untuk berkonsultasi.









