Badai salju di AS tewaskan 25 orang

Banyak orang terluka akibat kecelakaan di jalan.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Banyak orang terluka akibat kecelakaan di jalan.

Badai salju terbaru yang menyelimuti pesisir Atlantik Amerika Serikat mulai mereda dan bergeser ke utara setelah menewaskan setidaknya 25 orang.

Badai dengan skala lebih kecil diperkirakan masih akan datang dengan tingkat ketebalan es tujuh sentimeter di pantai timur sepanjang akhir pekan, demikian laporan Layanan Cuaca Nasional.

Kondisi jalan di beberapa darah masih berbahaya untuk dilewati. Sebanyak 30 orang terluka, dan lima diantaranya luka parah dalam kecelakaan di dekat Philadelphia pada Jumat pagi.

Secara keseluruhan, 25 orang tewas <link type="page"><caption> dalam badai salju ini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140213_ussnowstorm.shtml" platform="highweb"/></link> terutama disebabkan oleh kecelakaan di jalan raya.

Para dokter mengatakan mereka tengah mencoba menyelamatkan bayi dari perempuan berusia 36 tahun yang terbunuh akibat badai salju di New York.

Bayi tersebut diselamatkan dengan operasi cesar namun masih berada dalam kondisi kritis.

Tidak ada Valentine

Badai salju AS kali ini juga mengganggu perayaan hari kasih sayang seiring tertundanya puluhan ribu pengiriman bunga Valentine.

Seorang sheriff di Georgia bahkan mengumumkan 'pembatalan' perayaan Hari Valentine dan mendeklarasikan wilayahnya sebagai "Zona Tanpa Valentine."

Sejumlah sekolah di beberapa negara bagian AS masih tutup.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sejumlah sekolah di beberapa negara bagian AS masih tutup.
Sebuah pohon diselimuti oleh es di Riverdale.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sebuah pohon diselimuti oleh es di Riverdale.

Dia mengatakan semua pria dibebaskan dari keharusan untuk membeli cokelat atau hadiah lainnya untuk pasangan mereka sampai Selasa depan.

Musim dingin juga membuat Danau-Danau Besar (Great Lakes) hampir seluruhnya beku untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir.

Lebih dari 440.000 rumah masih tidak bisa mendapat akses listrik pada Jumat pagi, terutama di Georgia dan Carolina Selatan. Jumlah ini turun dari angka sebelumnya sebesar 1,2 juta.