Beritakan pabrik senjata kimia, wartawan di Myanmar didakwa

Sumber gambar, AFP
Seorang wartawan Myanmar didakwa membocorkan rahasia negara setelah surat kabarnya memberitakan rincian mengenai dugaan adanya pabrik senjata kimia.
Pihak berwenang juga menahan tiga wartawan lainnya dan pimpinan surat kabar Persatuan.
Mereka ditahan sejak akhir pekan lalu dan akan tetap berada di tahanan sambil menunggu hasil penyelidikan.
Seorang juru bicara kantor presiden Myanmar mengatakan kepada BBC bahwa mereka dicurigai melanggar Akta Rahasia Resmi.
Artikel surat kabar yang dipersoalkan adalah tulisan mengenai rincian fasilitas yang berada di sebuah bukit di Myanmar tengah.
Menurut surat kabar itu, jaringan terowongan bawah tanah sudah dibangun sepanjang 300 meter. Para warga mengatakan kepada surat kabar bahwa fasilitas digunakan untuk memproduksi senjata kimia.
Pemerintah Myanmar sejauh ini selalu menegaskan tidak menggunakan senjata kimia, meskipun kelompok-kelompok pemberontak sering melontarkan tuduhan.
Sejak reformasi bergulir, pers di Myanmar sekarang pada umumnya bebas dari sensor, tetapi persoalan dugaan pabrik senjata kimia ini sangat peka, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Myanmar, Jonah Fisher.









