Paus Fransiskus kecam keras aborsi

Paus Fransiskus mengecam keras tindakan aborsi dan menyebutnya sebagai hal "mengerikan" atas gejala "budaya sekali pakai" yang menyepelekan nilai pada kehidupan manusia.
Dia mengatakan adalah "menakutkan" untuk berpikir tentang menghentikan kehamilan dalam tahap awal.
<link type="page"><caption> Sejak terpilih pada Maret tahun lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/03/130319_foto_paus.shtml" platform="highweb"/></link>, baru kali ini dia menyatakan pandangan kerasnya terhadap aborsi.
Sebelumnya, Paus Fransiskus tidak pernah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap aborsi sekeras para pendahulunya.
"Mengerikan bahkan untuk berpikir bahwa ada anak-anak, korban aborsi, yang tidak akan pernah melihat cahaya matahari," katanya dalam bagian dari pidato yang membahas hak-hak anak di seluruh dunia.
"Sayangnya, apa yang dibuang tidak hanya makanan dan benda-benda, tetapi sering manusia itu sendiri, yang dibuang karena dianggap tidak perlu."
"Belum cukup tegas"
Wartawan BBC Alan Johnston di Roma mengatakan ada kekhawatiran di beberapa kalangan Katolik Roma bahwa Paus belum memberikan pandangan gereja tentang aborsi dengan cukup tegas.
Johnston mengatakan sikap Paus yang mendukung pemaafan dibanding pengutukan membuat Katolik Roma yang konservatif tidak nyaman, tetapi mereka tampaknya akan menyambut baik pernyataan terbarunya ini.
Beberapa bulan yang lalu Paus Fransiskus mengakui bahwa ia memang tak banyak bicara tentang isu-isu seperti aborsi dan kontrasepsi.
Namun ia menjelaskan bahwa ia merasa tidak perlu untuk berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial "sepanjang waktu".
Paus Fransiskus, yang terpilih <link type="page"><caption> menjadi tokoh majalah TIME</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131211_paustime_tokoh_2013.shtml" platform="highweb"/></link>, sebelumnya telah <link type="page"><caption> mengumumkan nama 19 kardinal baru</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140112_paus_kardinal.shtml" platform="highweb"/></link>, pejabat paling senior di Gereja Katolik Roma, termasuk dari Filipina.









