Diusir karena terlibat kerusuhan di Singapura

Pekerja migran di Singapura
Keterangan gambar, Pekerja pendatang yang akan dipulangkan dilarang masuk kembali ke Singapura.

Singapura akan memulangkan 53 pekerja pendatang dan memperingatkan 200 lainnya karena terlibat dalam kerusuhan pekan lalu.

Kerusuhan Minggu 8 Desember lalu merupakan yang terburuk di negara kota itu dalam 30 tahun belakangan.

Semua pekerja pendatang yang akan dipulangkan itu berasal dari India dan seorang merupakan warga Bangladesh.

Pernyataan Kepolisian Singapura menyatakan mereka saat ini berada di dalam tahanan dan akan dilarang untuk kembali ke Singapura, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Sebelumnya 24 warga India dikenakan dakwaan terkait kerusuhan itu dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara serta hukuman cambuk.

Sekitar 400 pekerja pendatang menyerang polisi dan merusak maupun membakar mobil mereka serta ambulans di kawasan <link type="page"><caption> di kawasan Little India.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131208_singapura_kerusuhan.shtml" platform="highweb"/></link>

Laporan-laporan menyebutkan mereka marah setelah seorang pekerja migran India ditabrak bus dan meninggal.

Singapura
Keterangan gambar, Beberapa kenderaan polisi dan ambulans dirusak dan dibakar saat kerusuhan.

"Kami sudah mengambil keputusan kuat untuk mendakwa dan memulangkan mereka yang terlibat dalam kerusuhan sebagai pertanda kami tidak mentolerir tindakan setiap orang yang mengancam hukum dan ketertiban di Singapura," tegas Menteri Dalam Negeri Teo Chee Hean dalam konfernesi pers, Selasa (17/12).

Diperkirakan sekitar seperlima penduduk dari total jumlah 5,4 juta warga Singapura merupakan pekerja pendatang.