Afrika Selatan selidiki penterjemah gadungan

Jantjie
Keterangan gambar, Jantjie (kanan) bersama Obama dalam kebaktian untuk Mandela.

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan tengah menyelidiki mengapa sampai ada penterjemah gadungan mendapat izin keamanan di misa untuk Nelson Mandela.

Thamasanqa Jantjie -yang berada di samping sejumlah pemimpin dunia- yang hadir dalam kebaktian untuk Mandela itu mengatakan kesalahan penterjemahan bahasa isyarat itu karena <link type="page"><caption> ia mengalami skizofrenia.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/12/131212_majalah_mandelaisyarat.shtml" platform="highweb"/></link>

Ia mengatakan bisa melakukan tindak kekerasan bila kumat.

Pemilik perusahaan yang merekrutnya, SA Interpreters, dilaporkan menghilang.

Wakil menteri Afrika Selatan urusan defabel, Hendrietta Bogopane-Zulu, menyanggah bahwa Jantjie merupakan risiko keamanan dan bahwa insiden itu memalukan bagi pemerintah.

Namun ia mengakui bahwa Jantjie bukan penterjemah profesional.

Para pakar mengatakan Jantjie menterjemahkan bahasa isyarat secara kacau <link type="page"><caption> selama kebaktian yang dihadiri </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131210_mandela_misa.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> puluhan ribu orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131210_mandela_misa.shtml" platform="highweb"/></link>.

Kongres Nasional Afrika, ANC, mengatakan Jantjie pernah menjadi penterjemah beberapa kali sebelumnya dan tidak menyadari adanya keluhan terhadap kualifikasi atau kesehatannya.

Namun ANC mengatakan kebaktian untuk Mandela di stadion Johannesburg diorganisir oleh negara dan bukan ANC sehingga partai yang memerintah tidak dapat berkomentar soal pengaturan keamanan.

Institut penterjemah Afrika Selatan sebelumnya mengatakan mereka pernah menerima pengaduan soal Jantjie namun ANC tidak pernah mengambil tindakan.