Tiga perempuan yang diperbudak alami penyiksaan

Polisi di Lambeth
Keterangan gambar, Polisi dan yayasan amal Freedom Charity menempatkan tiga perempuan di lokasi aman.

Kepolisian Inggris mengatakan tiga perempuan yang disekap dan diperbudak selama 30 tahun di sebuah rumah London mengalami penyiksaan fisik dan mental.

Seorang pejabat kepolisian Steve Rodhouse mengatakan pihak berwenang berhasil mengungkap kondisi yang dialami ketika perempuan.

"Apa yang kami temukan adalah gambaran rumit dan menganggu tentang pengendalian emosi selama bertahun-tahun," kata Rodhouse dalam keterangan pers di London, Jumat (22/11).

Tiga perempuan masing-masing seorang warga Malaysia, 69, warga Irlandia, 57 dan dan warga Inggris, 30 tahun, diselamatkan di Lambeth, London, bulan lalu.

Setelah menghubungi yayasan amal Freedom Charity, mereka melarikan diri. Mereka ditemui perwakilan badan amal dan kepolisian yang kemudian menempatkan mereka di lokasi aman.

Berita mengenai penderitaan yang mereka alami tidak diungkap sebelum Kamis kemarin ketika polisi mengumumkan bahwa <link type="page"><caption> ketiga perempuan tersebut berhasil melarikan diri </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131121_budak_london.shtml" platform="highweb"/></link>dari tempat penyekapan pada 25 Oktober.

Pernah ditangkap

Steve Rodhouse menjelaskan ketiga perempuan telah dikekang dengan "borgol tidak tampak".

Mereka menceritakan pengalaman kelam, lanjut Rodhouse, meskipun rumah tangga di London selatan itu tampak sebagai "keluarga normal" di mata orang lain.

Polisi telah menangkap seorang pria dan seorang perempuan yang tinggal di rumah tersebut. Keduanya berusia 67 tahun, bukan warga negara Inggris, diketahui sebagai pasangan suami istri.

Mereka ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan.

Menurut polisi, pasangan tersebut diselidiki terkait tuduhan perbudakan dan kemungkinan pelanggaran keimigrasian. Mereka sebenarnya pernah ditangkap pada tahun 1970-an, tetapi polisi tidak menjelaskan alasan penangkapan pada saat itu.

Sejauh ini belum diketahui apakah ketiga perempuan mempunyai hubungan keluarga tetapi polisi meyakini perempuan yang berusia 30 tahun menghabiskan seluruh hidupnya dalam sekapan.

Pihak berwenang berusaha mencari tahu apakah ia dilahirkan di rumah tersebut.