Perundingan agar Kony menyerahkan diri

Pemerintah Republik Afrika Tengah, CAR, mengatakan sedang berunding dengan pemimpin perang Uganda, Joseph Kony, agar dia menyerahkan diri.
Seorang juru bicara pemerintah CAR mengatakan kepada BBC bahwa Kony sedang berada di negara itu namun ingin jaminan keamanan sebelum menyerahkan diri.
Pemimpin Tentara Perlawanan Tuhan, LRA, ini dicari oleh Mahkamah Internasional karena dituduh melakukan kejahatan perang.
Amerika Serikat menawarkan hadiah senilai US$5 juta untuk informasi yang bisa mengarah pada penangkapannya.
Keberadaan Kony biasanya sulit diketahui dan hanya beberapa kali diungkapkan termasuk saat ini sedang berada di CAR.
Rabu (20/11) kemarin, utusan khusus Persatuan Afrika untuk masalah LRA, Francisco Madeira, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa dia membaca laporan-laporan yang menyebutkan Kony menderita 'penyakit serius yang tidak diketahui'.
Bulan April, tentara Uganda menghentikan upaya perburuan atas Kony di CAR dengan menyebut sikap 'bermusuhan' dari pemerintah negara itu.
Joseph Kony dan sekitar 200 hingga 500 tentara LRA -sebagian merupakan tentara anak yang dipaksa- melancarkan perang di Uganda dan sekitarnya selama lebih dari dua dekade lalu.
Dia mengatakan misinya adalah membentuk pemerintahan di Uganda yang didasarkan pada Sepuluh Perintah Tuhan di Alkitab.









