Pembunuh berantai AS dihukum mati

Joseph Franklin
Keterangan gambar, Dalam wawancara terakhir, Franklin mengatakan ia tidak lagi memiliki pandangan rasis.

Seorang pembunuh berantai dengan sasaran warga kulit hitam dan Yahudi di Amerika Serikat dihukum mati di Missouri.

Joseph Franklin dihukum mati karena menembak mati seorang pria dan melukai dua lainnya di luar sinagog pada 1977.

Pria berusia 63 tahun itu dihukum atas tujuh pembunuhan lain yang bermotif rasial dari 1977 sampai 1980.

Ia mengklaim telah melakukan 20 pembunuhan.

Kuasa hukum Franklin menyatakan eksekusi dengan menggunakan suntikan cacat hukum karena tidak ada informasi cukup tentang dosis yang dianggap efektif.

Namun Mahkamah Agung mengukuhkan keputusan banding yang menolak keputusan pengadilan Missouri.

Tidak lagi rasis

Pada tahun 1978, Franklin menembak pemilik penerbitan Hustler Larry Flynt setelah ia melihat ada foto pasangan campur di salah satu majalahnya.

Namun Flynt -yang mengalami lumpuh sebagian- menentang hukuman mati dan berupaya mencegah eksekusi Franklin.

Dalam wawancara dengan surat kabar St Louis Post-Dispatch yang diterbitkan Senin (18/11), Franklin mengatakan ia tidak lagi memiliki pandangan rasis.

Ia mengatakan motivasinya "tidak logis" dan merupakan konsekuensi penyiksaan selama ia dibesarkan.

Franklin mengatakan ia berinteraksi dengan warga kulit hitam di penjara dan mengatakan, "Saya melihat bahwa mereka adalah orang biasa seperti kita."

Sejak tahun 1976, lima negara bagian di Amerika Serikat yang melakukan paling banyak eksekusi adalah <link type="page"><caption> Texas dengan 507 hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/06/130627_majalahlain_eksekusi_as.shtml" platform="highweb"/></link>, Virginia, 110, Oklahoma 106 kali dan Florida 81 kali.