Korban tewas topan Filipina "lebih rendah"

Presiden Filipina, Benigno Aquino, mengatakan korban tewas akibat topan Haiyan mungkin lebih rendah dari yang diperkirakan.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, dia mengatakan bahwa 10.000 jiwa tewas "terlalu tinggi" dan angka kematian diperkirakan hanya sekitar 2.500.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan <link type="page"><caption> topan hebat itu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131108_topan_haiyan_filipina.shtml" platform="highweb"/></link> telah berdampak pada lebih dari 11 juta dan sejumlah 673.000 orang terlantar.
Operasi penyaluran bantuan sedang ditingkatkan, tetapi <link type="page"><caption> banyak korban masih belum mendapatkan bantuan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/11/131112_galeri_topan_filipina.shtml" platform="highweb"/></link>.
Estimasi awal yang mengatakan <link type="page"><caption> bahwa 10.000 jiwa mungkin telah tewas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131110_haiyanvictims.shtml" platform="highweb"/></link> diungkapkan oleh petugas kepolisian dan pejabat lokal, angka ini muncul mungkin karena "trauma emosional" yang dialami oleh mereka yang berada di pusat bencana, kata Aquino.
Dia mengatakan ada sekitar 29 daerah yang belum bisa dihubungi untuk menetapkan jumlah korban di sana.
Dewan Nasional Penanggulangan dan Manajemen Bencana (NDRRMC) telah menetapkan korban tewas sekitar 1.798 pada Selasa (12/11) pukul 22:00 waktu setempat.
Jumlah warga yang terluka sebanyak 2.582 dengan 82 orang dinyatakan hilang.
Kemarahan warga
Meski penyaluran bantuan ditingkatkan, banyak korban selamat kini masih sangat membutuhkan makanan, air, dan tempat bernaung, kata lembaga bantuan setempat.
Beberapa negara telah memberangkatkan kapal-kapal dan pesawat untuk membantu, tetapi kerusakan jalur transportasi dan cuaca buruk menghambat distribusi bantuan.
"[Penyaluran] berjalan sangat lambat tetapi semua orang berupaya sebaik mungkin." kata John Ging dari PBB mengatakan kepada BBC.
Wartawan BBC Jonathan Head menggambarkan bagaimana jalan utama dari bandara ke kota terhalang oleh pengungsi dan puing-puing. Penduduk menjadi marah karena kurangnya bantuan dan meningkatnya gangguan keamanan.
Jenazah-jenazah hingga saat ini juga belum bisa diangkat, gedung pemerintah daerah tersapu, dan pemerintah pusat, yang seharusnya mengambil alih, hampir tak terlihat, kata wartawan kami.









