Korban Topan Haiyan menanti bantuan

Empat hari setelah topan terdasyat melanda Filipina, sekitar 200.000 penduduk di Tacloban, masih menanti bantuan makanan, air serta tenda.

Korban selamat Topan Haiyan
Keterangan gambar, Para korban selamat Topan Haiyan yang berhasil diungsikan dari daerah bencana tiba dengan kapal militer di pangkalan udara Villamor, Manila, Selasa (12/11). Para petugas penyelamat masih terus mencari korban di kota-kota dan desa-desa di Filipina tengah yang terputus akibat terjangan topan.
Korban Topan Haiyan
Keterangan gambar, Para korban menantikan bantuan di daerah yang terendam, Tacloban, di Provinsi Leyte. Jumlah korban meninggal yang diperkirakan telah mencapai 10.000 orang dapat meningkat pesat saat pencarian ditingkatkan dengan bantuan militer Amerika Serikat.
Korban topan
Keterangan gambar, Warga Tacloban antre untuk naik pesawat militer C-130 di bandara, empat hari setelah topan menerjang. Terjangan topan ini merupakan bencana alam terburuk yang pernah tercatat di Filipina.
Petugas menahan warga yang ingin naik pesawat militer
Keterangan gambar, Tentara Filipina mengawasi warga yang ingin naik pesawat militer di Tacloban. Ribuan korban selamat memadati bandara Selasa (12/11), namun hanya beberapa ratus yang berhasil terangkut.
Ibu dan anak-anak
Keterangan gambar, Seorang ibu menangis setelah keluarganya gagal naik ke pesawat militer. Warga berebut untuk keluar dari kota yang masih dilanda hujan lebat dan kekurangan pangan serta air minum.
Anak berlindung
Keterangan gambar, Seorang anak berlindung dari hujan di Tacloban. Sejauh ini, bantuan baru mulai datang empat hari setelah Haiyan menerjang Jumat lalu (08/11).
Warga mengungsi
Keterangan gambar, Warga Tacloban menutup hidung mereka saat melalui puing-puing bangunan yang masih dipenuhi jenazah korban topan.
Korban antre beras
Keterangan gambar, Korban topan antre beras gratis di satu gudang milik pengusaha di kota Tacloban.
Korban antre
Keterangan gambar, Ribuan warga kota Tacloban berebut naik ke pesawat militer menuju ibukota Manila.
Warga di Alangalang, Leyte
Keterangan gambar, Penduduk di Alangalang, Provinsi Leyte mencari makanan di gudang pangan pemerintah. Topan dengan kekuatan lebih dari 300 km per jam itu merusak sejumlah provinsi di Filipina tengah.