Tidak ada kerusakan akibat tsunami Jepang

Jepang
Keterangan gambar, Peringatan tsunami juga disampaikan di jalan raya sebelum dicabut dua jam kemudian.

Bencana tsunami kecil yang dipicu gempa melanda pantai timur Jepang, tempat reaktor nuklir Fukushima yang bermasalah, berada.

Namun dilaporkan tidak ada kerusakan akibat tsunami pada Sabtu (26/10) subuh tersebut dan peringatan tsunami di beberapa daerah sudah dicabut sekitar dua jam setelah dikeluarkan.

Badan Meteorologi <link type="page"><caption> Jepang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/jepang/" platform="highweb"/></link> dalam pernyataannya menegaskan walau tetap ada peningkatan permukaan laut di kawasan pantai, tidak ada kerusakan akibat tsunami.

Gelombang lain setinggi 30 cm sempat muncul karena gempa berkekuatan 7,1 skala Richter di kedalaman laut 10 km sekitar 320 km dari pantai.

Para pekerja di Fukushima sempat diperintahkan untuk meninggalkan kawasan rendah di pantai agar menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Seorang juru bicara reaktor belakangan menegaskan tidak ada kerusakan maupun perubahan dalam tingkat radiasi di sekitar reaktor, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Reaktor nuklir Fukushima mengalami kerusakan akibat bencana tsunami dan gempa di Jepang dua tahun lalu sehigga menyebabkan kebocoran air yang tercemar radioaktif.

Walau sejumlah upaya sudah diambil untuk mengendalikan kerusakan, <link type="page"><caption> reaktor itu masih terus menghadapi berbagai masalah.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131021_jepang_fukushima.shtml" platform="highweb"/></link>

<link type="page"><caption> Gempa berkekuatan skala 8,8 yang menghantam Jepang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2011/03/110311_galerifoto.shtml" platform="highweb"/></link> pada 11 Maret 2011 -yang langsung memicu tsunami- menewaskan hampir 19.000 jiwa.