Pencarian korban di India masih diteruskan

Pihak berwenang India mengatakan jumlah korban jiwa akibat terinjak-injak dalam insiden Minggu meningkat melebihi 100 jiwa.
Para korban tewas karena <link type="page"><caption> berdesak-desakan di sebuah </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131013_indiastampede_korban.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> jembatan yang sempit</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131013_indiastampede_korban.shtml" platform="highweb"/></link> di negara bagian Madya Pradesh, sementara sejumlah lain tenggelam karena lompat ke sungai.
Petugas penyelamat masih meneruskan operasi pencarian jenazah dan diperkirakan jumlah korban masih akan meningkat dari 109 jiwa pada Senin, 14 Oktober.
"Informasi terakhir yang kami dapatkan dari lapangan adalah 109 orang tewas dan 133 terluka," kata seorang perwira polisi, Anand Mishra, kepada kantor berita AFP.
"Kami menemukan jenazah dari dalam sungai dan dan dari tempat orang terinjak-injak," tambahnya.
Kabar burung
Polisi mengatakan kepanikan terjadi karena beredar kabar burung bahwa jembatan akan rubuh.

Sementara sejumlah saksi mata mengatakan kepanikan terjadi setelah polisi menggunakan tongkat pemukul untuk mengendalikan massa.
Insiden terbaru ini terjadi ketika umat Hindu berkumpul untuk merayakan upacara Navratra atau sembilan malam.
Upacara keagamaan di <link type="page"><caption> India</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/india/" platform="highweb"/></link> biasanya dihadiri oleh sejumlah besar umat Hindu dan beberapa kali diwarnai dengan tragedi injak menginjak.
Tahun 2011, lebih dari 100 orang tewas dalam sebuah upacara keagamaan di Kerala.
Sebelumnya, pada tahun 2008, lebih dari 220 orang yang tewas karena terinjak-injak di kuli Chamunda Devi Hindu di kota Jodhpur, negara bagian Rajasthan.









