Kebakaran pabrik garmen di Bangladesh, sembilan tewas

Sedikitnya sembilan orang tewas dalam insiden kebakaran di sebuah pabrik garmen dekat ibukota Bangladesh, Dhaka.
Media setempat melaporkan sekitar 50 orang terluka dalam peristiwa yang berlangsung dini hari tadi di Gazipur.
Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat, mengingat standar keamanan pabrik garmen di Bangladesh yang sangat buruk.
Lebih dari 1.100 pekerja tewas April silam saat sebuah <link type="page"><caption> pabrik di luar kota Dhaka roboh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130424_dhaka_building_collapse.shtml" platform="highweb"/></link>.
Sekitar 2.500 pekerja lainnya juga terluka dalam insiden di Distrik Ashulia, tempat dimana industri pakaian berada.
November tahun silam, 112 pekerja juga tewas dalam kebakaran di pabrik garmen di lokasi yang sama.
Penyebab kebakaran dalam insiden terbaru masih belum jelas, tetapi sejumlah laporan menyebut api dimulai di seksi rajutan di pabrik Aswad Composite Mills.
Seorang pria kepada BBC mengatakan dia belum bisa mencari pamannya yang bekerja di pabrik tersebut.
Pemadaman api juga mengalami kendala dengan minimnya sumber air sehingga kebakaran berlangsung selama beberapa jam.
Pencarian korban
Direktur pabrik Emdad Hossain kepada Daily Star di Bangladesh mengatakan ada 170 pekerja yang bertugas di lantai dua saat kebakaran terjadi.
"Banyak diantara mereka yang bisa keluar dari bangunaan," katanya.
Hossain sendiri mengalami cedera saat ikut berlari keluar gedung.
Tetapi sejumlah saksi mata menyebut kesulitan untuk keluar gedung pabrik.
"Saya dengar api berasal dari mesin tekstil," katanya. "Saat mesin meledak, api menyebar dan pabrik langsung dilahap api."
"Setelah api berkobar, banyak orang yang langsung berlarian keluar pabrik, hanya sedikit yang bisa keluar," kata seorang saksi mata.
Kebanyakan yang tewas diperkirakan adalah pekerja yang tengah lembur.
Pejabat distrik Dilruba Khanom mengatakan pencarian korban menunggu hingga matahari terbit, dan memperkirakan jumlah korban akan meningkat.
"Mereka berhasil memadamkan api di sejumlah titik, tetapi api masih berkobar di gudang," katanya. "Banyak jenazah dalam kondisi hangus dan tidak dapat dikenali," tambahnya.
Pejabat polisi setempat Ameer Hossain mengatakan sembilan jenazah berhasil ditemukan, dan laporan lain menyebut ada 10 yang ditemukan.
Industri garmen menguasai tiga perempat total ekspor Bangladesh, tetapi standar keamanan pabrik garmen di negara ini dianggap salah satu yang terburuk di dunia.
Pada Juli silam, lusinan perusahaan pengecer internasional sepakat untuk melakukan <link type="page"><caption> pemeriksaan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/07/130708_bisnis_sidak_pabrik_bangladesh.shtml" platform="highweb"/></link>terhadao pabrik-pabrik tempat dimana produk mereka dibuat.









