Usulan penjara seumur hidup untuk pemilik pabrik garmen Bangladesh

Gedung Rana Plaza
Keterangan gambar, Gedung Rana Plaza disebutkan dibangun dengan material dengan kualitas buruk.

Laporan pemerintah Bangladesh terkait runtuhnya bangunan yang menewaskan lebih dari 1.100 orang merekomendasikan agar pemilik gedung dan lima pabrik garmen dihukum penjara seumur hidup.

Laporan itu juga menyebutkan ditemukan serangkaian pelanggaran standar keselamatan gedung di ibukota Dhaka itu.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membangun gedung Rana Plaza disebutkan terdiri dari material dengan kualitas buruk.

Gedung Rana Plaza ambruk tanggal 24 April lalu dan menjadi salah satu bencana terburuk yang terjadi dalam sektor industri.

Laporan pemerintah itu juga menyebutkan buruknya kondisi kerja, rendahnya gaji serta buruknya standar keselamatan dalam sektor garmen negara itu.

Menjelang bencana, buruk pabrik garmen banyak yang melakukan protes.

Protes di Ashulia

Ribuan pekerja melakukan unjuk rasa di jalan-jalan Ashulia, kawasan industri di dekat Dhaka Kamis (23/05).

<link type="page"><caption> Mereka menuntut kenaikan gaji</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130520_bangladesh_protes.shtml" platform="highweb"/></link> dan tunjangan lain.

Sejumlah kendaraan diserang selama demonstrasi itu.

Asosiasi manufaktur dan ekportir Bangladesh (BGMEA) mengatakan mereka telah menutup 21 pabrik untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut.

Menyusul bencana Rana Plaza, pemerintah Bangladesh menerapkan sejumlah perombakan.

Peritel internasional juga mengusulkan perjanjian untuk meningkatkan standar keselamatan di Bangladesh.