Ribuan pekerja garmen Bangladesh tuntut kenaikan gaji

Pekerja garmen Bangladesh
Keterangan gambar, Para pekerja garmen juga menuntut ganti rugi karena pabrik ditutup tiga hari.

Polisi di Bangladesh melepaskan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi ribuan pekerja garmen yang menuntut kenaikan gaji.

Beberapa pekerja terluka dalam bentrokan dengan polisi yang terjadi di kawasan industri Ashulia, di dekat ibukota Dhaka.

Para pengunjuk rasa juga menuntut perbaikan kondisi kerja termasuk ganti rugi karena <link type="page"><caption> ditutupnya pabrik</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130514_asia_bangladesh.shtml" platform="highweb"/></link> selama tiga hari pekan lalu.

Demonstrasi berlangsung beberapa minggu setelah semua pabrik pakaian di Bangladesh ditutup sementara menyusul ambruknya pabrik yang menewaskan lebih dari 1.100 orang.

"Mereka menuntut kenaikan gaji. Kami melepaskan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan mereka setelah demonstrasi berubah menjadi kekerasan dan mereka menduduki jalan," kata kepala polisi Badrul Alam kepada kantor berita AFP.

Alam mengatakan sejumlah demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan menyerang mobil-mobil.

Pemerintah bentuk panel

Ia mengatakan sekitar 20.000 pekerja ikut serta dalam protes itu.

Pabrik-pabrik di kawasan industri itu dibuka lagi Jumat lalu setelah kerusuhan selama dua minggu menyusul ambruknya gedung bertingkat sembilan di Dhaka itu.

Pabrik-pabrik dibuka kembali setelah mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah.

Sebagian besar pabrik garmen Bangladesh, yang memasok pakaian untuk berbagai toko di Eropa, terletak di Ashulia.

Pemerintah Bangladesh pekan lalu <link type="page"><caption> membentuk panel </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/05/130513_bisnis_bangladesh.shtml" platform="highweb"/></link>yang bertugas untuk meningkatkan gaji sekitar tiga juta pekerja garmen serta memperbaiki hukum perburuhan.

Bangladesh adalah produsen garmen kedua terbesar di dunia setelah Cina dengan ekspor tahunan senilai US$20 miliar atau sekitar 80% dari ekspor negara itu.