Penyelidikan kriminal atas Sarkozy dicabut

Penyelidikan kriminal atas mantan presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, terkait sumbangan gelap untuk kampanyenya sudah dicabut.
Harian terkemua Prancis, Le Monde, melaporkan nama Sarkozy dikeluarkan dari daftar tersangka yang akan disidang dalam kasus yang disebut 'Skandal Bettencourt'.
Sarkozy membantah mengunjungi pewaris industri kosmetika L'Oreal, Liliane Bettencourt -yang secara mental dalam kondisi lemah- untuk mendapatkan dana tunai.
Dengan dicabutnya nama Sarkozy dari penyelidikan maka dia bisa mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden 2017.
Walau populer di kalangan warga <link type="page"><caption> Prancis,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/prancis/" platform="highweb"/></link> pria berusia 58 tahun itu kalah dalam pemilihan 2012 dan jajak pendapat memperlihatkan dia unggul dari Presiden Francois Hollande jika dilakukan pemilihan ulang.
Sarkozy sendiri sudah memberi petunjuk akan mencalonkan lagi dengan mengatakan mungkin akan kembali untuk menyelamatkan Prancis dari bencana ekonomi di bawah Presiden Hollande.
Bantahan Sarkozy

Menurut akuntan Bettencourt, Clare Thibout, dia menarik uang tunai sebesar 150.000 euro untuk diteruskan ke Partai UMP pimpinan Sarkozy menjelang pemilihan 2007 yang dimenangkan Sarkozy.
Undang-undang di Prancis membatasi sumbangan perseorangan untuk kampanye politik maksimal sebesar 4.600 euro setiap tahunnya.
Sementara kepala pelayan Bettencourt memberikan kesaksian bahwa Sarkozy datang secara teratur ke rumahnya selama kampanye tahun 2007.
Namun Sarkozy membantah dengan mengatakan hanya satu kali bertemu Bettencourt sepanjang tahun itu.
Bulan Maret lalu, hakim memanggil Sarkozy untuk dihadapkan langsung dengan kepala pelayan, <link type="page"><caption> setelah dakwaan awal dikenakan kepada </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130322_sarkozy_diperiksa.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> mantan presiden tersebut.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130322_sarkozy_diperiksa.shtml" platform="highweb"/></link>
Dia didakwa mengambil keuntungan dari Bettencourt, karena menerima uang tunai ketika kondisi mentalnya lemah dan tidak menyadari hal yang dilakukannya.
Nyonya Bettencourt, yang kini berusia 90 tahun, dilaporkan menderita dementia sejak tahun 2006.
Dalam skandal ini, 10 orang akan disidang, termasuk salah seorang mantan petugas kampanye serta bendahara UMP yang belakangan sempat menjabat menteri anggaran Prancis, Eric Woerth.









