Komandan al-Shabab di Kenya jadi sasaran AS

Kelompok al Shabab
Keterangan gambar, Al Shabab masih menguasai banyak daerah pedalaman di Somalia.

Para pejabat Amerika Serikat mengatakan sasaran serangan pasukan khusus AS di Somalia pada Sabtu lalu adalah Abdulkadir Mohamed Abdulkadir, komandan al-Shabab di Kenya.

Abdulkadir Mohamed Abdulkadir diduga terlibat dalam persekongkolan sejumlah serangan di Kenya.

Dalam <link type="page"><caption> serangan pasukan elit menjelang subuh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131005_somalia.shtml" platform="highweb"/></link> pada Sabtu (05/10) hingga kini tidak diketahui apakah orang yang diduga sebagai pucuk pimpinan kelompok al-Shabab tewas itu tewas atau ditangkap.

Serangan udara dilancarkan di bagian selatan Barawe, Somalia. Daerah Barawe dikenal sebagai salah satu kantong militan al-Shabab di negara itu.

Sementara itu dokumen intelijen Kenya menyebut Abdulkadir sebagai koordinator serangan-serangan yang telah direncanakan pada 2011 dan 2012.

Dalam dokumen disebutkan rencana serangan yang digagalkan tersebut meliputi rencana menyerang gedung parlemen dan kantor PBB di Nairobi.

Abdulkadir juga disebutkan sebagai koordinator dalam rencana serangan ke sebuah restoran Ethiopia yang sering dikunjungi oleh para pejabat Somalia.

Kesaksian serangan

Serangan di Kenya
Keterangan gambar, Serangan di mal Westgate menewaskan 67 orang termasuk anak-anak.

Al-Shabab mengaku bertanggung jawab terhadap serangan di pusat perbelanjaan Westgate, Nairobi, di Kenya pada 21 September lalu. Serangan dilakukan sebagai balasan atas keterlibatan pasukan Kenya di Somalia.

Hari ini (07/10), komite parlemen Kenya mulai mendengar kesaksian mengenai <link type="page"><caption> serangan militan di mal Westgate</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130921_kenya_nairobi_mal_penembakan.shtml" platform="highweb"/></link> dan dampaknya akibat peristiwa selama empat hari itu.

Tiga anggota masyarakat yang namanya tidak disebutkan menjadi orang-orang pertama yang memberikan kesaksian di parlemen. Mereka diyakini sebagai saksi mata.

Komite khusus akan menyelidiki tudingan bahwa pasukan keamanan sebenarnya bisa berbuat lebih maksimum guna mencegah serangan yang menewaskan 67 orang itu.

Sebagian sesi kesaksian tersebut diadakan secara tertutup tetapi komite akan melaporkan hasil lengkap ke parlemen dalam waktu satu bulan.