Suriah mulai serahkan rincian senjata

Suriah
Keterangan gambar, Suriah diharapkan menyerahkan rincian lebih lanjut tentang senjata kimia.

Badan pengawas senjata kimia, OPCW, mengatakan Suriah mulai menyerahkan rincian senjatanya sebagai bagian dari kesepakatan internasional.

Lembaga yang bermarkas di Den Hag itu mengharapkan akan lebih banyak lagi rincian yang mereka terima dalam beberapa hari mendatang.

Berdasarkan kesepakatan yang dimotori Amerika Serikat dan <link type="page"><caption> Rusia,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> maka pemerintah <link type="page"><caption> Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/suriah/" platform="highweb"/></link> harus menyerahkan semua daftar senjata kimianya dengan batas waktu Sabtu 21 September.

Pemerintah Washington mengancam akan melancarkan serangan militer ke Suriah sehubungan dengan <link type="page"><caption> serangan kimia di kawasan pinggiran ibukota</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130821_suriah_kimia.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Damaskus</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130821_suriah_kimia.shtml" platform="highweb"/></link>, bulan lalu.

<link type="page"><caption> Amerika Serikat,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> Inggris, dan Prancis menuduh pemerintah Suriah melakukan serangan tersebut walau Presiden Bashar al-Assad menuding kelompok pemberontak yang melakukannya.

Seorang diplomat PBB sudah mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa yang diserahkan kepada OPCW itu "cukup panjang" dan sedang diterjemahkan.

<link type="page"><caption> Amerika Serikat dan Rusia memelopori kesepakatan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130914_asrusia_suriah.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> untuk menghancurkan senjata kimia Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130914_asrusia_suriah.shtml" platform="highweb"/></link> pada tahun 2014.

Anggota utama OPCW rencananya akan melakukan pemungutan suara tentang jadwal perlucutan senjata tersebut pada Minggu 22 September.

Namun pernyataan Jumat ini mengatakan pertemuan dewan eksekutif itu ditunda tanpa memberikan alasannya.

Ditambahkan bahwa waktu pertemuan akan diumumkan secepat mungkin.