PBB desak penyidikan senjata kimia Suriah

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengatakan dugaan penggunaan senjata kimia di dekat ibukota Suriah "harus diselidiki [segera] tanpa penundaan".
Dia mengirim utusan PBB untuk pelucutan senjata Angela Kane ke Damaskus untuk mendesak penyelidikan, demikian kata juru bicaranya Eduardo del Buey, Kamis (23/08).
Aktivis mengatakan <link type="page"><caption> ratusan terbunuh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130822_suriah_senjatakimia_korban.shtml" platform="highweb"/></link> dalam <link type="page"><caption> serangan di Ghouta </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130821_suriah_kimia.shtml" platform="highweb"/></link>yang masuk dalam wilayah Damaskus.
PBB telah meminta pemerintah Suriah untuk mengizinkan penyidik senjata dari PBB -yang sudah berada di negara itu- untuk melakukan penyelidikan terhadap <link type="page"><caption> serangan terbaru ini.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/08/130822_galeri_foto_suriah_senjatakimia.shtml" platform="highweb"/></link>
Namun pemerintah, yang membantah tuduhan tersebut, belum memberikan indikasi untuk menyetujui permintaan ini.
Penyidik yang datang ke kota itu pada Minggu (18/08) hanya memiliki mandat untuk <link type="page"><caption> memeriksa tiga wilayah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_pbb_inspeksi_suriah.shtml" platform="highweb"/></link> lainnya yang dituduh menggunakan serangan kimia. Padahal, lokasi mereka tinggal hanya berjarak 15 kilometer dari lokasi terjadinya serangan terbaru.
Pemeriksaan terhadap tiga wilayah itu termasuk kota di bagian utara Khan al-Assal, lokasi serangan yang diduga menggunakan senjata kimia dan menewaskan 26 orang pada Maret lalu.
Pemerintah Suriah mendeskripsikan tuduhan terbaru sebagai tuduhan yang "tidak logis dan dibuat-buat". Tentara Suriah mengatakan pasukan oposisi membuat klaim palsu itu untuk mengalihkan isu dari kekalahan besar yang baru mereka alami.
Reaksi internasional

Sementara itu, tuntutan internasional atas serangan tersebut terus meningkat.
Berbicara di BFM TV di Prancis, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius memperingatkan bahwa Prancis harus bereaksi "dengan kekuatan" jika penggunaan senjata kimia tersebut terbukti.
Ia tidak merinci apakah itu berarti memberi dukungan militer ke Suriah, namun dia mengesampingkan gagasan untuk mengirim langsung pasukan mereka di dalam wilayah tersebut.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya mendesak pengumpulan informasi untuk mencoba untuk menentukan apa yang terjadi di Damaskus.
Jika pemerintah Presiden Bashar al-Assad itu ditemukan berada di balik serangan senjata kimia, hal tersebut akan menjadi "eskalasi yang keterlaluan dan mengerikan", kata juru bicara Jen Psaki.
Presiden Barack Obama memperingatkan tahun lalu bahwa penggunaan senjata tersebut akan melintasi batas "garis merah".









