Diplomasi AS untuk tengahi krisis politik Mesir

Dua senator Amerika Serikat, John McCain dan Lindsey Graham, akan tiba di Kairo dalam upaya diplomatik untuk menengahi krisis politik di Mesir.
Kedatangan mereka menyusul pertemuan antara perwakilan AS dan Uni Eropa dengan pemerintah yang didukung militer dan para pendukung Presiden Mohammed Morsi.
Pada akhir pekan Wakil Menteri Luar Negeri AS, William Burns, secara terpisah sudah bertemu dengan anggota Ikhwanul Muslimin dan Menteri Luar Negeri <link type="page"><caption> Mesir,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> Nabil Fahmy.
Utusan Uni Eropa, Bernardino Leon, ikut mendapingi Burns saat pertemuan dengan Fahmy.
Tidak banyak rincian yang terungkap dari perteumuan namun jelas tujuannya adalah untuk menghindari kekerasan dan pertumpahan darah lebih lanjut.
Kementerian Luar Negeri Qatar dan Uni Emirat Arab juga terlibat dalam upaya diplomatik untuk menangani krisis politik di Mesir dan dilaporkan sudah bertemu dengan para pemimpin Ikhwanul Muslimin.
Sementara itu perundingan lebih lanjut berlangsung antara Panglima Militer, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi dengan para ulama terkemuka Mesir.
Penyebaran pamflet

<link type="page"><caption> Sejak Morsi digulingkan militer pada 3 Juli lalu,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link> para pendukungnya <link type="page"><caption> menggelar unjuk rasa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_aksi_pendukung_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> walau pemerintah sementara sudah meminta</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_aksi_pendukung_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> mereka membubarkan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_aksi_pendukung_morsi.shtml" platform="highweb"/></link> atau akan dibubarkan oleh aparat keamanan.
Satu helikopter pemerintah sudah menyebarkan pamflet yang meminta para pengunjuk rasa agar membubarkan diri.
Pamflet yang disebarkan di atas Lapangan Rabaa al-Adawiya antara lain berisi janji bahwa mereka tidak akan menghadapi sanksi apa pun jika bubar dengan sukarela.
Lebih dari 100 pengunjuk rasa tewas -sebagian besar adalah pendukung Morsi- dalam aksi kekerasan yang mewarnai <link type="page"><caption> unjuk rasa yang menuntut </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130802_mesir_protes.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> agar Morsi dipulihkan kembali sebagai presiden.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130802_mesir_protes.shtml" platform="highweb"/></link>
Dalam perkembangan lain, pengadilan Kairo mengatakan pengadilan atas salah seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin dan dua wakilnya akan berlangsung pada 25 Agustus.
Ketiganya diadili dengan dakwaan memicu kekerasan dan keterlibatan dalam tewasnya pengunjuk rasa anti-Presiden Morsi dalam unjuk rasa Juli lalu.
Dakwaan itu dibantah oleh Ikhwanul Muslimin yang menuduh pengadilan sebagai upaya kepolisian untuk membubarkan unjuk rasa pendukung Morsi.









