Mesir diminta untuk berdiplomasi

Tim Amerika Serikat dan Uni Eropa telah bertemu utusan pejabat pemerintah Mesir dan pendukung presiden terguling Mohammed Morsi untuk mencari solusi damai guna mengakhiri krisis politik di negara itu.
Pembicaraan mereka berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan atas rencana untuk meredakan <link type="page"><caption> aksi duduk diam</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_aksi_pendukung_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> oleh massa loyalis Morsi di ibukota, Kairo</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_aksi_pendukung_morsi.shtml" platform="highweb"/></link>.
Lebih dari 100 pendukung Morsi telah tewas dalam bentrokan sejak ia digulingkan oleh militer pada 3 Juli lalu.
Hanya beberapa jam setelah bertemu anggota Ikhwanul Muslimin dan partai politik pendukung Morsi, deputi sekretaris negara Amerika Serikat, William Burns, kemudian berbicara dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy.
Mereka dihubungkan oleh utusan Uni Eropa, Bernardino Leon.
Protes terus berlanjut
Beberapa rincian resmi telah diberikan, namun harapan dari pertemuan ini jelas-jelas untuk mencegah kekerasan dan pertumpahan darah lebih lanjut, seperti dilaporkan wartawan BBC Yolande Knell di Kairo.
Washington dan Brussels menyatakan keprihatinan mereka pekan ini setelah kabinet interim baru Mesir memerintahkan polisi untuk membersihkan dua area protes dimana ribuan pendukung presiden terguling telah menyerukan pemulihannya untuk kembali ke pemerintahan.
Pada Sabtu (03/08), kementerian dalam negeri kembali menuntut agar demonstrasi berakhir damai, dan mengatakan ini akan memungkinkan Ikhwanul Muslimin untuk kembali berperan dalam proses politik yang demokratis.
Ribuan orang menentang peringatan dari pihak berwenang untuk meninggalkan aksi duduk mereka di Nahda Square, Kairo, dan di luar masjid Rabaa al-Adawiya, di timur ibukota.
Ribuan pendukung Morsi dan keluarga mereka telah berkemah di sana selama berminggu-minggu, <link type="page"><caption> menuntut pemulihan presiden itu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130802_mesir_protes.shtml" platform="highweb"/></link>.









