Taliban serbu penjara di Pakistan

Militan Taliban yang menyaru dengan seragam polisi menyerang sebuah penjara di barat daya Pakistan.
Serangan tersebut terjadi di kota Dera Ismail Khan, ditandai dengan beberapa ledakan yang terdengar Senin (29/07) tengah malam.
Penyerang menyerbu dengan menembakkan granat dari peluncur roket dan senapan mesin, kata Kepala Polisi setempat Sohail Khalid.
Dalam penjara itu ditahan ratusan anggota Taliban serta militan dari sejumlah kelompok yang dilarang di Pakistan. Sampai dini hari Selasa (30/07) dilaporkan pertempuran masih berlanjut.
Para penyerang memekikkan teriakan takbir serta "Hidup Taliban," kata sejumlah pejabat resmi yang dikutip kantor berita Associated Press.
Sementara seorang warga setempat mengatakan pada AP bahwa ledakan awal terdengar sangat gemuruh hingga "mengguncang semua rumah di sekitar lokasi."
'Sudah tahu'
Juru bicara Taliban Pakistan, Shahidullah Shahid, mengaku pihaknya bertanggung jawab atas serbuan ini. Ia mengatakan sekitar 300 narapidana berhasil dibebaskan.
"Taliban membawa pengeras suara dan pengeras itu memanggil nama para anggotanya," kata anggota Dewan Kota, Mushtaq Jadoon.
Menurut pejabat resmi, pemerintah lokal sudah tahu ada ancaman serangan terhadap penjara itu dalam beberapa minggu terakhir.
Kepala penjara provinsi Khalid Abbas mengatakan tak yakin apakah 40 napi "kelas tinggi" di penjara itu turut kabur.
Tahun lalu upaya menyerbu penjara juga berhasil meloloskan ratusan tahanan di Bannuin Pakistan utara.
Dera Ismail Khan adalah kota terbesar di Provinsi Khyber-Pakhtunkhwa, termasuk wilayah rawan di Pakistan yang dihuni suku-suku di pegunungan.









