Keberadaan Snowden 'tidak diketahui'

Penerbangan Snowden
Keterangan gambar, Snowden mendapat kursi 17A namun saksi mata mengatakan tidak melihatnya di penerbangan ke Kuba.

Keberadaan Edward Snowden tidak diketahui setelah kursi penumpang di pesawat terbang yang sedianya membawanya ke Kuba hari Senin (24/06) kosong.

Pegawai yang pernah dikontrak CIA ini mendapat kursi nomor 17A namun wartawan dan saksi mata mengatakan tidak melihat keberadaan Snowden di pesawat milik maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot tersebut.

Sejumlah saksi mata juga mengatakan mereka tidak melihat Snowden di ruang tunggu.

Yang jelas, pesawat dengan nomor penerbangan SU150 telah meninggalkan Moskow menuju Kuba.

Snowden -yang membocorkan kegiatan badan keamanan Amerika Serikat (NSA) untuk memantau komunikasi warga- <link type="page"><caption> tiba di Moskow pada hari Minggu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130623_snowden_moskow.shtml" platform="highweb"/></link> dari Hong Kong, yang menjadi tempat berlindung sejak ia membongkar kegiatan NSA.

Ia bermalam di bandar udara di Moskow dan diyakini menuju Ekuador melalui Kuba dan Venezuela.

Sikap Moskow dan Beijing

Ekuador diperkirakan <link type="page"><caption> menjadi tujuan Snowden berikutnya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130624_snowden_suaka.shtml" platform="highweb"/></link> karena negara ini mengisyaratkan menerima permintaan suaka Snowden.

Menteri Luar Negeri Ekuador, Ricardo Patino, mengatakan keputusan permintaan suaka akan didasarkan pada prinsip kebebasan mengemukakan pendapat dan keselamatan warga di seluruh dunia.

Kelompok WikiLeaks juga mengatakan akan membantu Snowden.

Dalam perkembangan terkait, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan pihaknya akan kecewa bila Cina dan Rusia tidak menghentikan perjalanan Snowden, sementara kedua negara ini secara resmi telah menerima permintaan Washington.

Kerry mengatakan bila memang demikian keadaannya, akan ada dampak sikap tersebut terhadap hubungan AS-Rusia dan AS-Cina.

Ia mendesak Moskow untuk menghormati hukum namun para pejabat Rusia menegaskan bahwa Snowden hanya singgah dan tidak melanggar perbatasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengatakan Beijing menghormati cara Hong Kong menangani kasus ini.