Pemberontak Suriah akan dapat 'bantuan mendesak'

john kerry
Keterangan gambar, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dalam pertemuan di Qatar.

Para menteri luar negeri kelompok Rekan Suriah- yang bertemu di Qatar sepakat untuk memberikan bantuan segera bagi para pemberontak yang berperang melawan pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber al-Thani mengatakan, "Memberikan senjata kemungkinan satu-satunya cara meraih perdamaian."

Kelompok ini juga mengecam pemerintah Suriah karena menggunakan pejuang Iran dan Hezbollah.

<link type="page"><caption> Lebih dari 90.000 orang tewas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130613_suriah_pbb_korban_konflik.shtml" platform="highweb"/></link> dalam perang selama lebih dua tahun di Suriah.

Pemerintah Suriah mengatakan mereka berperang melawan "teroris" yang didukung pihak asing.

Seruan gencatan senjata

Kelompok Rekan Suriah termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman erta Arab Saudi, Turki, Mesir dan Yordania.

Dalam pernyataan bersama, para anggota sepakat untuk "memberikan semua bantuan dan peralatan kepada oposisi di lapangan secara medesak...agar pihak oposisi dapat membalas serangan brutal oleh rezim dan sekutu-sekutnya."

Dukungan ini akan disalurkan melalui komandon militer pasukan oposisi yang didukung Barat.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyerukan penyelesaian politik atas perang di Suriah untuk menghentikan pertumpahan darah.

Kelompok ini juga menyerukan gencatan senjata segera pejuang Hezbollah Lebanon dan Iran dari Suriah.

Pertemuan di ibukota Qatar, Doha, diselenggarakan seminggu setelah <link type="page"><caption> Amerika mengumumkan akan memberikan bantuan militer</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130614_suriahas.shtml" platform="highweb"/></link> secara langsung kepada pemberontak Suriah.