Mesir tolak dialog dengan kelompok penculik

Presiden Mesir, Mohammed Mursi, menolak kemungkinan untuk berunding dengan para penculik tujuh aparat keamanan di Semenanjung Sinai, pekan lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Presiden Mursi mengatakan tidak ada ruang untuk berdialog dengan para kriminal.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah munculnya sebuah video yang memperlihatkan tiga polisi dan empat tentara yang diculik meminta agar dibebaskan.
Dalam video yang diterbitkan di internet, ketujuh sandera terlihat dengan mata ditutup dan kedua tangan memegang kepala. Salah seorang sandera meminta agar Presiden Mursi menyelamatkan mereka dengan membebaskan tahanan politik.
Lewat pesan Twitter yang ditulis setelah pertemuan dengan para politisi senior, Mursi mengatakan 'semua opsi yang tersedia di atas meja' untuk membebaskan pengungsi namun pemerintah <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> tidak akan tunduk atas ancaman.
Media resmi pemerintah melaporkan bahwa para pemimpin suku Bedouin sudah diminta untuk bertindak sebagai mediator.
Sinai bergejolak

Identitas para penculik yang menuntut pembebasan sejumlah tahanan politik itu penculik masih belum jelas namun wartawan BBC di Kairo, Shaimaa Khalil, melaporkan mereka diduga kelompok militan Islam.
Ketujuh aparat keamanan Mesir diculik ketika sedang dalam perjalanan di dekat kota El Arish, Sinai.
Kawasan Semenanjung Sinai menjadi marak dengan kekerasan sejak tergulingnya Presiden Husni Mubarak pada tahun 2011 akibat unjuk rasa massal.
Awal Agustus 2012, sekelompok pria bersenjata yang mengenakan topeng <link type="page"><caption> menembaki polisi dengan senapan maupun granat roket</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120806_egypt_sinai_attack.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dan menewaskan belasan polisi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120806_egypt_sinai_attack.shtml" platform="highweb"/></link>
Pemerintah Mesir kemudian menggelar <link type="page"><caption> operasi militer</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120829_sinai_israel.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> besar-besaran dengan dukungan tank dan persenjataan berat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120829_sinai_israel.shtml" platform="highweb"/></link>. Sedikitnya 11 militan tewas dalam operasi tersebut.
Kelompok militan juga sering menggunakan kawasan Sinai utara -yang lemah pengamanannya- untuk melakukan serangan ke Israel.









