Taiwan tarik penyelidik dari Filipina

Tim penyelidik Taiwan memutuskan untuk pulang dari Filipina setelah mengaku pemerintah Filipina tidak kooperatif dalam penyelidikan kematian nelayan Taiwan di perairan yang diperebutkan.
Taipei menghendaki penyelidikan gabungan atas <link type="page"><caption> kematian seorang nelayan Taiwan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130510_taiwan_filipina.shtml" platform="highweb"/></link> di Selat Bashi pada 9 Mei lalu. Dalam jumpa pers di Manila pada Sabtu (18/05), ketua tim penyelidik Taiwan Chen Wen-chi mengatakan pemerintah Filipina berusaha menunda-nunda penyelidikan gabungan.
"Meskipun kemarin kita mencapai kemajuan kami masih merasa tidak puas karena kurangnya ketulusan dan kredibilitas Filipina dalam kerjasama dengan tim kami," kata Chen Wen-chi.
"Kami mendesak keras kepada pemerintah Filipina untuk mengikuti standar seperti yang telah ditunjukkan Taiwan," tambahnya.
Namun Departemen Kehakiman Filipina meminta Taiwan menunggu sampai Manila selesai melakukan penyelidikannya sendiri.
Ia mengatakan berdasarkan fakta penembakan oleh pengawas pantai Filipina dilakukan secara sengaja. Manila bersikukuh penembakan dilakukan sebagai tindakan membela diri untuk mencegah kapal nelayan menabrak kapal pengawas pantai.
Menyusul insiden tersebut Taiwan membekukan perekrutan tenaga kerja Filipina dan menyerukan kepada warga negaranya untuk tidak berkunjung ke Filipina.





