Presiden Burma bebaskan tapol sebelum ke Amerika Serikat

Presiden Thein Sein
Keterangan gambar, Presiden Thein Sein mengadakan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 20 Mei.

Presiden Burma Thein Sein mengampuni lebih dari 20 tahanan politik menjelang kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat.

Seorang pejabat pemerintah Ye Aung mengatakan mereka dibebaskan hari Jumat ini (17/05) dan masih ada lagi tahanan yang akan dibebaskan.

Namun jumlah pasti tahanan politik yang akan dibebaskan belum diketahui sejauh ini.

Direktur kantor presiden Zaw Htay membantah tuduhan bahwa pembangkang digunakan sebagai alat politik.

Ia mengatakan langkah ini menunjukkan tekad pemerintah untuk menempuh proses politik yang merangkul semua pihak.

Menurut para aktivis, ratusan tahanan politik masih berada di penjara. Mereka juga menuduh pihak berwenang Burma menggunakan tahanan untuk kepentingan politik.

"Pembebasan-pembebasan ini jelas-jelas untuk mencari publisitas menjelang kunjungan Thein Sein ke Amerika Serikat," kata Wai Hnin dari kelompok Burma Campaign UK.

Presiden Thein Sein dijadwalkan mengadakan kunjungan ke Gedung Putih pada Senin, 20 Mei. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama pemerintah Burma selama hampir 47 tahun terakhir.

Washington telah melonggarkan sejumlah sanksi terhadap Burma sejak Thein Sein menempuh berbagai reformasi.

Pemerintah Burma tahun lalu juga membebaskan lebih dari <link type="page"><caption> 500 tahanan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/09/120917_burma_tapol.shtml" platform="highweb"/></link> dan diperkirakan termasuk kelompok tahanan politik terakhir yang masih ditahan.