Video 'mengerikan' dari Suriah dikecam luas

Video yang tampak menunjukkan seorang pemberontak Suriah menggigit jantung tentara pemerintah yang tewas mendapat kecaman keras.
Rekaman video, yang tidak dapat diverifikasi keasliannya, menunjukkan seorang pria memotong jantung jenazah tentara.
"Saya bersumpah kepada Tuhan kita akan memakan jantung dan hati kalian, kalian tentara Bashar," kata pria dengan merujuk Presiden Bashar al-Assad ketika berdiri di atas jenazah.
Organisasi hak asasi manusia yang bermarkas di Amerika Serikat, Human Rights Watch (HRW), mengatakan pelaku di video adalah Abu Sakkar, seorang pemberontak terkenal dari kota Homs.
Mutilasi
HRW mengatakan Abu Sakkar adalah pemimpin kelompok Brigade Independen Omar al-Farouq.
Organisasi itu mengecam keras tindakan pemberontak seperti tertera dalam video.
"Mutilasi mayat musuh adalah kejahatan perang. Tetapi masalah yang lebih serius lagi adalah kondisi berubah cepat ke retorika sektarian dan kekerasan," kata seorang pejabat HRW, Peter Bouckaert seperti dikutip kantor berita Reuters.
Menurut HRW, orang-orang yang diduga melakukan tindak kejahatan perang harus diserahkan ke mahkamah kejahatan perang internasional.
Sementara itu koalisi oposisi utama Suriah mengatakan pelaku akan diadili.
Wartawan BBC Jim Muir melaporkan rekaman video ini merupakan salah satu yang paling mengerikan yang muncul dari Suriah selama konflik lebih dari dua tahun terakhir.
Sebelumnya penyelidik hak asasi manusia PBB Carla del Ponte mengatakan terdapat bukti yang menunjukkan bahwa pasukan pemberontak Suriah menggunakan <link type="page"><caption> senjata kimia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130506_suriah_pemberontak_senjata_kimia.shtml" platform="highweb"/></link>.









