Suriah tuding Israel atas ledakan Damaskus

Suriah mengatakan Israel melancarkan serangan roket ke pusat penelitian ilmiah di luar ibukota Damaskus pada Minggu dini hari (05/05).
Media pemerintah melaporkan roket-roket mendarat di pusat penelitian Jamraya. Pusat penelitian ini oleh para pejabat Barat dicurigai sebagai penelitian senjata kimia.
Rekaman video yang diunggah ke internet dan keterangan para saksi mata di Suriah menyebutkan adanya ledakan dahsyat di bukit yang letaknya tidak jauh dari ibukota.
Media pemerintah mengatakan serangan merupakan usaha Israel untuk memberikan semangat kepada para pemberontak dalam upaya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.
Seorang wartawan di Damaskus Alaa Ebrahim mengatakan kepada BBC bahwa ledakan yang terjadi merupakan "ledakan terbesar" di Damaskus sejak berkobar konflik dua tahun lalu.
Reaksi Israel
Alaa Ebrahim mengatakan penduduk yang tinggal di sekitar Jamraya mengaku merasakan "gempa bumi sedang" beberapa saat sebelum ledakan. Hal itu menunjukkan bahwa roket-roket mungkin menyasar fasilitas bawah tanah.
Radio pemerintah Israel mengutip seorang pejabat keamanan yang mengukuhkan serangan roket. Beberapa sumber menyebutkan serangan ditujukan untuk menghancurkan senjata yang dikatakan akan dikirim ke kelompok militan Hisbullah di Lebanon.
Serangan kali ini diduga sebagai serangan kedua Israel ke Suriah selama dua hari terakhir. Pada Jumlat (03/05), Israel mengebom sasaran yang disebut sebagai konvoi rudal untuk Hisbullah.









