Jelang pemilu, empat tewas di Pakistan

Kotak suara di Pakistan
Keterangan gambar, Puluhan ribu personel militer direncanakan diterjunkan untuk mengamankan pemilu.

Para pejabat Pakistan mengatakan empat orang tewas dalam ledakan bom di Waziristan Utara sehari menjelang pemilihan umum.

Ledakan pada Jumat (10/05) itu juga menyebabkan 15 orang luka-luka. Ledakan bom terjadi di lokasi dekat dengan beberapa kantor partai politik yang berbeda-beda.

Waziristan Utara adalah kantong pendukung Taliban dan kelompok-kelompok pendukung al-Qaida di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Menurut sejumlah saksi mata, 15 orang yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit pemerintah Miranshah.

Ledakan bom juga terjadi di kantor seorang calon anggota parlemen di kota Quetta. Insiden melukai lima orang.

Penculikan

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas dua pengeboman terpisah.

Ali Haider
Keterangan gambar, Ali Haider diculik oleh orang-orang bersenjata ketika sedang berkampanye.

Kampanye pemilihan umum telah menelan lebih dari 100 korban jiwa. Meskipun diwarnai kekerasa, berdasarkan jajak pendapat, jumlah pemilih yang akan menggunakan hak suara pada pemilu Sabtu (10/05) diperkirakan mencapai rekor tertinggi.

Kampanye juga diwarnai penculikan salah seorang calon anggota legislatif <link type="page"><caption> Ali Haider Gilani</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130509_pakistan_gilani_diculik.shtml" platform="highweb"/></link> dari Partai Rakyat Pakistan.

Ia adalah putra bungsu mantan Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani. Ali Haider diculik ketika sedang berkampanye di Multan.

Jajak pendapat menunjukkan jumlah pemilih yang akan menggunakan suara diperkirakan 40% lebih tinggi dibanding pemilu lima tahun lalu.