Puluhan tewas dalam serangan Boko Haram di Nigeria

Tentara Nigeria mengatakan sedikitnya 53 orang tewas akibat rangkaian serangan yang diatur oleh kelompok militan Boko Haram di kawasan timur laut negara itu.
Sumber militer dan saksi mata mengatakan stasiun polisi di Bama, negara bagian Borno, dan barak-barak militer serta gedung pemerintah dibakar sampai rata dengan tanah.
Dilaporkan pula bahwa 105 tahanan lari dalam serangan subuh di kota tersebut.
Serangan berawal ketika 200 anggota Boko Haram yang bersenjata berat tiba dengan bus dan mobil barang sekitar pukul 05.00 subuh waktu setempat.
"Sejumlah pria bersenjata menyerang barak militer namun kemudian berhasil dipukul mundur. Sepuluh penyerang tewas dan dua ditangkap," tutur seorang juru bicara militer, Musa Sagir, kepada kantor berita AFP.
"Namun mereka kemudian menyerbu ke penjara dan membebaskan 105 tahanan serta membunuh semua sipir penjara yang mereka lihat, selain yang berhasil bersembunyi di gudang tempat penyimpanan peralatan dapur."
Sagir menambahkan beberapa penyerang mengenakan pakaian seragam militer dalam serangan yang berlangsung hampir lima jam tersebut.
Operasi militer

Korban yang tewas termasuk empat warga sipil dan 14 sipir penjara, 22 polisi, serta 13 anggota Boko Haram.
Serangan kelompok <link type="page"><caption> teroris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/terorisme/" platform="highweb"/></link> memang sering terjadi di kawasan timur laut Nigeria namun tingkat kekerasan kali ini jauh lebih mengerikan dibanding serangan-serangan sebelumnya.
Boko Haram, yang tersohor di wilayah ini, ingin menggulingkan pemerintah Nigeria dan mendirikan negara Islam.
Wartawan BBC Will Ross di ibukota Nigeria, Laos, melaporkan rangkaian serangan mematikan menjadi petunjuk bahwa operasi militer atas kelompok militan belum berhasil sepenuhnya.
Bulan lalu, militer melancarkan serangan untuk memburu militan di Baga, juga di negara bagian Borno, setelah Boko Haram menyerang sebuah patroli tentara.
Hampir 200 orang dilaporkan tewas dan ribuan gedung rusak sehingga mendorong kelompok pegiat hak asasi menuduh militer menggunakan kekerasan yang berlebihan. Namun militer mengatakan jumlah korban yang tewas 37 jiwa.
Pertengahan Maret, dua pembom bunuh diri menyerang sebuah bus dan tempat parkir di Kano sehingga menewaskan sedikitnya 22 orang. Tidak ada yang bertanggung jawab atas serangan itu namun diduga kelompok Boko Haram.
Sekitar sepekan sebelumnya, kelompok militan yang menyebut diri sebagai Ansaru, mengeluarkan pernyataan di internet bahwa mereka <link type="page"><caption> telah membunuh tujuh warga negara asing yang mereka culik Bulan Februari.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130311_nigeria_sandera.shtml" platform="highweb"/></link>
Para sandera tersebut adalah warga Italia, Inggris, Yunani, dan Lebanon yang diculik dari sebuah lokasi konstruksi di negara bagian Bauchi.









