Enam orang didakwa membunuh biksu di Burma

Aparat keamanan di Meikhtila
Keterangan gambar, Pemerintah menerjunkan militer untuk memulihkan keamanan di Meikhtila.

Pihak berwenang Burma mengatakan pengadilan mendakwa enam warga dari komunitas Muslim membunuh seorang biksu dalam kekerasan sektarian yang terjadi Maret lalu.

Kepastian itu disampaikan pihak berwenang Burma pada Selasa (07/05). Keenam terdakwa terancam hukuman mati bila terbukti bersalah.

Menurut seorang pejabat, Ye Aung Myint, keenam terdakwa merupakan bagian dari 50 orang yang ditahan pihak berwenang terkait kekerasan di Meikhtil.

Kekerasan sektarian pada Maret lalu menewaskan sedikitnya 40 warga Muslim. Lebih dari 1.200 penduduk kehilangan tempat tinggal, sebagian besar dari komunitas Muslim.

Wartawan BBC di Bangkok Jonah Fisher melaporkan selain kekerasan terhadap seorang biksu, sasaran kemarahan sebenarnya adalah warga Muslim.

Bukti di pihak berwenang

Rekaman video yang diambil oleh polisi Burma dan diberikan kepada BBC menunjukkan para pemuda Muslim berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api di rumah-rumah mereka. Mereka selanjutnya diserang dengan parang.

Dalam rekaman tampak sejumlah pria dan biksu merusak toko-toko milik warga Muslim dan juga masjid-masjid.

"Meskipun ada bukti yang mestinya dimiliki pihak berwenang Burma, sejauh ini belum ada warga Buddha yang dikenai dakwaan," lapor Jonah Fisher.

Kekerasan dipicu oleh <link type="page"><caption> percekcokan di toko emas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130321_burma_kekerasan_sektarian.shtml" platform="highweb"/></link> milik warga Muslim dan sontak menyebar di Meiktila.

Senin kemarin (06/05) Presiden Burma Thein Sein berjanji untuk melindungi hak-hak minoritas Muslim di negaranya.