Penghitungan suara pemilu Venezuela dimulai

Dua kandidat calon presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan pesaingnya, Henrique Capriles.
Keterangan gambar, Dua kandidat calon presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan pesaingnya, Henrique Capriles.

Proses penghitungan suara untuk memilih Presiden Venezeula yang baru untuk menggantikan mendiang Preside Hugo Chavez, mulai digelar.

Komisi Pemilihan Umum Venezeula menyatakan, sejauh ini proses penghitungan suara berjalan lancar dan hasil penghitungan pertama telah dikirim ke kantor penghitungan tingkat pusat.

Warga Venezuela, dalam pemilu presiden kali ini, memilih dua kandidat, yaitu Presiden sementara Nicolas Maduro, yang berjanji melanjutkan kebijakan politik Chavez, serta kandidat dari kelompok oposisi yaitu Henrique Capriles.

Wartawan BBC di Ibu kota Venezeula, Caracas, mengatakan, ada suasana tegang yang mewarnai dua kubu politik yang saling bersaing.

Klaim kecurangan

Mereka dilaporkan sangat serius melihat proses penghitungan untuk memastikan sejauhmana dukungan pemilih atas kandidat mereka.

Hal ini terjadi setelah kedua pihak mengisyaratkan sebagai pemenang pemilu dan menganggap lawannya melakukan kecurangan.

Suasana tegang di Venezuela sudah terlihat semenjak Nicloas Maduro berpidato pada pekan lalu yang isinya dianggap mengancam calon pemilih yang tidak memilihnya.

Dalam pidatonya, Maduro menyatakan, kutukan akan menimpa Venezuela apabila mereka tidak memilih dirinya dalam pemilu presiden.

Dia juga menyebut pesaingnya dari kubu oposisi, Henrique Capriles seperti pasukan Spanyol yang telah memerangi warga asli di negara itu pada abad ke-16 lalu.