Petani Vietnam divonis penjara lima tahun

Doan Van Vuon
Keterangan gambar, Doan Van Vuon dinyatakan tak menghormati hukum dan bahayakan orang lain.

Seorang petani di Vietnam, yang mendapat banyak simpati publik, dijatuhi hukuman penjara lima tahun.

Tiga anggota keluarganya juga divonis penjara antara dua hingga lima tahun, dalam sengketa tanah di kompleks tambak ikan di timur Hanoi tahun lalu.

Tujuh polisi mengalami luka-luka ketika Doan Van Vuon dan keluarganya menolak meninggalkan tambak ini, dengan mengeluarkan tembakan menggunakan senjata dan bom rakitan.

Hakim mengatakan Doan Van Vuon dan keluarganya terbukti tidak menghormati hukum dan tindakan mereka mengancam keselamatan orang lain.

Namun hakim juga mengatakan bahwa pendapat masyarakat dan rumitnya undang-undang agraria menjadi salah satu pertimbangan ketika menjatuhkan hukuman.

Milik negara

Upaya Doan Van Vuan menjadi simbol perjuangan banyak pihak di Vietnam yang kecewa dengan rendahnya hak rakyat atas tanah.

Di Vietnam, semua tanah milik negara dan pada dekade 1990-an pemerintah mulai menyewakan lahan kepada para petani, yang biasanya berjangka waktu 20 tahun.

Konflik dan sengketa kadang muncul di akhir kontrak.

Para pengecam pemerintah mengatakan rakyat kecewa karena pengusaha bisa mendapatkan tanah dengan cara menyuap para pejabat yang korup.

Sengketa tanah menjadi salah satu pembicaraan penting di media sosial dan banyak pihak yang mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi agraria.