India ancam Italia soal dua marinirnya

Perdana Menteri India mengancam Italia "akan merasakan akibatnya" kalau negara Eropa itu tak memulangkan dua prajurit marinirnya yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap dua nelayan India di Kerala.
Dengan bahasa keras yang jarang didengar publik, PM Manmohan Singh megatakan tindakan Italia menolak mengirim kembali prajuritnya tersebut "tak dapat diterima".
Keputusan Roma yang dipandang mengacuhkan permintaan India ini dianggap mempermalukan posisi pemerintah dimana sejumlah partai dari kubu oposisi India mulai mendesak agar dua prajurit itu segera dikembalikan ke negara itu.
Selasa (12/3) kemarin India memanggil Duta Besar Italia ke Delhi untuk menyampaikan protesnya.
Italia sendiri telah minta agar India menjadwalkan sebuah pertemuan antar diplomat dari dua negara agar tercapai "solusi saling menguntungkan".
Laut internasional
Para prajurit marinir itu dituding menembak dua nelayan hingga tewas pada bulan Februari 2012. Menurut versi emreka, tembakan dilepas karena para nelayan itu mulanya disangka bajak laut.
Mahkamah Agung India mengizinkan Massimilian Latorre serta Salvatore Girone pulang kampung untuk memberikan suara dalam pemilu bulan lalu di Italia. Namun mereka diperintahkan untuk kembali dalam empat pekan.
Namun pada Senin (11/3) pemerintah Italai memberitahukan kalau para marinir ini tidak akan kembali dan akibatnya menciptakan ketegangan diplomatik antara dua negara.
"Pemerintah kami sudah memperjelas kalau tindakan seperti yang dilakukan pemerintah Italia ini tak dapat diterima," kata PM Singh di depan sidang parlemen Rabu (13/3) pagi.
"Mereka melanggar semua aturan diplomatik dan membuat kita bertanya-tanya apa arti komitmen yang diberikan oleh wakil resmi dari sebuah negara .
"Sikap ini, dengan standar apa pun, tidak bisa dipakai dalam hubungan bilateral mana pun yang didasarkan pada kepercayaan," tambahnya sengit.
PM Singh menambahkan kalau amsih membandel, Italia "akan merasakan akibat nya pada hubungan (India) dengan Italia".
Dari kubu Italia, kasus ini dipandang sebagai perselisihan terkait hukum laut internasional dan karena itu diputuskan kedua pelaut tak akan dikembalikan ke India "saat izin kepulangannya habis".
Roma menyatakan menghendaki warganya diadili di Italai dengan alasan salah tembak itu terjadi di wilayah perairan internasional dimana pengadilan India tidak punya yurisdiksi terhadap kasus ini.









