Bantuan AS untuk oposisi Suriah ditingkatkan

John Kerry
Keterangan gambar, John Kerry mengumumkan bantuan Amerika Serikat dalam bentuk pasokan obat dan pangan.

Amerika Serikat meningkatkan dukungannya kepada kelompok oposisi Suriah dalam upaya melawan Presiden Bashar al-Assad.

Dalam pertemuan kelompok yang disebut Teman-teman <link type="page"> <caption> Suriah</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/suriah/" platform="highweb"/> </link>, Menteri Luar Negeri <link type="page"> <caption> Amerikat Serikat</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/> </link>, John Kerry, mengatakan bantuan langsung itu dalam bentuk pasokan obat dan pangan kepada pasukan pemberontak.

Menurut Kerry keputusan itu dirancang untuk meningkatkan tekanan kepada Presiden al-Assad agar mengundurkan diri dan memungkinkan transisi demokrasi.

"Waktu President Assad sudah habis dan harus keluar dari kekuasaan."

Dia juga berjanji akan menambah bantuan US$60 juta untuk membantu kubu oposisi, Dewan Nasional Suriah (SNC), melaksanakan pemerintahan dan layanan lain di <link type="page"> <caption> kawasan-kawasan yang sudah dikuasai pemberontak</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130215_pemberontak_suriah_kuasai_kota_minyak.shtml" platform="highweb"/> </link>.

"Bersamaan dengan rezim yang mulai kehilangan pegangan, bantuan itu akan membantu oposisi untuk memperluas stabilitas dan membangun pemerintah serta penegakkan hukum," tambahnya.

Sebagai tahap baru

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, mengatakan kelompok Teman-teman Suriah bertekad untuk meningkatkan bantuan pada oposisi Suriah.

"Kita memasuki tahap baru dari tanggapan Barat dan bangsa-bangsa Arab terhadap krisis di Suriah," tuturnya.

Hague menambahkan Inggris akan mengirimkan peralatan yang bisa menyelamatkan jiwa manusia dan rinciannya akan diumumkan pekan depan.

SNC -yang merupakan kelompok oposisi Suriah terbesar- mengancam untuk memboikot pertemuan di Roma karena berpendapat dunia 'mendiamkan' kekerasan di Suriah.

Namun mereka kemudian bersedia datang setelah Inggris dan Amerika Serikat memberi isyarat akan memberi bantuan yang jelas.

PBB memperkirakan lebih dari 70.000 orang tewas di Suriah sejak maraknya perlawanan atas Presiden al-Assad sekitar dua tahun lalu.