Peralatan nuklir Iran baru mulai dipasang

Iran mengatakan sudah mulai memasang peralatan pengayaan uranium yang baru di fasilitas nuklir di Natanz.
Kepala Badan Energi Atom Iran, Fereydun Abbasi-Davani menyebutkan pemasangan mulai dilakukan bulan lalu.
"Sejak bulan lalu, pemasangan generasi baru mesin itu sudah dimulai," tutur Abbasi-Davani, , seperti dikutip kantor berita resmi <link type="page"> <caption> Iran</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/iran/" platform="highweb"/> </link>, IRNA.
"Kami sudah memproduksi mesin itu sesuai rencana dan melaksanakan pemasangan secara perlahan-lahan untuk menuntaskan uji coba yang relevan dengan generasi baru itu."
Diperkirakan peralatan pengayaan uranium yang baru ini akan mempercepat waktu yang diperlukan untuk membangun bom nuklir.
Berita ini muncul bersamaan dengan kunjungan sebuah delegasi Badan Tenaga Atom PBB, IAEA, ke Teheran, untuk membahas kemungkinan pemeriksan baru atas fasilitas nuklir Iran.
IAEA mengatakan pada tanggal 23 Januari menerima surat dari Iran yang <link type="page"> <caption> mengungkapkan rencana untuk meningkatkan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130131_iran_nuklir.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> pengayan uraniumnya</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130131_iran_nuklir.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Fasilitas nuklir Natanz yang terletak di Iran tengah menjadi fokus dalam sengketa nuklir Iran dengan Dewan Keamanan PBB.
Pekan lalu Iran mengatakan siap <link type="page"> <caption> mengikuti perundingan internasional</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130205_iran_nuklir_perundingan.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> babak baru</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130205_iran_nuklir_perundingan.shtml" platform="highweb"/> </link> tentang program nuklirnya, yang dicurigai sebagai upaya untuk mengembangkan senjata nuklir.
Iran selalu menentang tuduhan itu dan menegaskan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.









